Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

UNIFIL Selidiki Ledakan Proyektil yang Tewaskan Tentara Indonesia di Libanon

Ferdian Ananda Majni
30/3/2026 14:14
UNIFIL Selidiki Ledakan Proyektil yang Tewaskan Tentara Indonesia di Libanon
Personel Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA 2024 bersiap mengikuti upacara penyambutan di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4/2025).( ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt.)

SEORANG anggota misi penjaga perdamaian PBB UNIFIL tewas setelah sebuah proyektil meledak di salah satu pos mereka di dekat desa Adchit Al-Qusayr, Libanon selatan, pada Minggu (29/3). Ia merupakan TNI asal Indonesia.

Dalam pernyataan yang dirilis Senin (30/3) pagi, UNIFIL menyebut satu penjaga perdamaian lainnya mengalami luka kritis akibat insiden tersebut.

"Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan," demikian pernyataan UNIFIL.

UNIFIL sendiri ditempatkan di Libanon selatan untuk memantau situasi keamanan di sepanjang garis demarkasi dengan Israel, wilayah yang kerap menjadi titik bentrokan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Misi penjaga perdamaian ini dijadwalkan berakhir pada akhir 2026, namun dalam beberapa tahun terakhir kerap berada dalam posisi berbahaya di tengah konflik yang terus berulang. Insiden terbaru ini kembali menegaskan tingginya risiko yang dihadapi personel di lapangan.

Sebelumnya, pada 6 Maret lalu, angkatan bersenjata Ghana melaporkan markas batalion penjaga perdamaian PBB di Libanon terkena serangan rudal yang menyebabkan dua tentaranya mengalami luka parah.

Militer Israel kemudian mengakui bahwa tembakan tank mereka mengenai posisi PBB di Libanon selatan pada insiden tersebut. Mereka menyatakan serangan itu merupakan respons terhadap tembakan rudal anti-tank dari Hizbullah yang lebih dulu melukai dua tentara Israel.

UNIFIL kembali menyerukan semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

"Sekali lagi, kami menyerukan kepada semua aktor untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, termasuk dengan menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian," tegas UNIFIL.

Sementara itu, Libanon semakin terseret dalam konflik kawasan setelah Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel pada 2 Maret sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran, dua hari setelah negara tersebut diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut memicu gelombang balasan dari Israel terhadap kelompok Hizbullah.(arabnews/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya