Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kapal Terbakar di Selat Hormuz Dihantam Proyektil, Fasilitas Gas Abu Dhabi Ditutup

Thalatie K Yani
19/3/2026 08:05
Kapal Terbakar di Selat Hormuz Dihantam Proyektil, Fasilitas Gas Abu Dhabi Ditutup
Selat Hormuz(Google Maps)

SITUASI keamanan di jalur pelayaran vital dunia kembali memanas. Sebuah kapal dilaporkan dihantam oleh "proyektil tak dikenal" pada Rabu malam di lepas pantai timur Uni Emirat Arab (UEA), dekat Selat Hormuz. Insiden ini memicu kebakaran hebat di atas kapal dan menambah daftar panjang gangguan maritim sejak konflik di kawasan tersebut pecah.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa insiden terjadi di Teluk Oman, sekitar 11 mil laut di timur Khor Fakkan, UEA. "Kapal tersebut terkena proyektil yang tidak dikenal, yang mengakibatkan kebakaran di atas kapal," ungkap otoritas keamanan maritim tersebut pada Kamis (19/3/2026) dini hari.

Sejauh ini, lebih dari 20 kapal, termasuk tanker minyak dan kapal kargo, telah melaporkan berbagai insiden keamanan di sekitar Teluk Arab, Selat Hormuz, dan Teluk Oman sejak perang dimulai.

Fasilitas Gas Habshan Lumpuh

Dampak dari eskalasi militer ini juga merembet ke daratan. Otoritas Abu Dhabi terpaksa menghentikan operasional di fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab setelah jatuhnya serpihan dari intersepsi rudal.

"Otoritas Abu Dhabi sedang menangani insiden di fasilitas gas Habshan dan ladang minyak Bab yang disebabkan oleh jatuhnya serpihan dari intersepsi rudal yang berhasil," tulis kantor media ibu kota UEA tersebut melalui platform X. Meskipun fasilitas tersebut ditutup untuk sementara, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kementerian Luar Negeri UEA mengeluarkan kecaman keras atas serangan tersebut dan menunjuk Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab. "Serangan-serangan ini merupakan eskalasi serius dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional," tegas kementerian dalam pernyataan resminya.

Ancaman Sektor Energi dari Iran

Ketegangan ini terjadi hanya sehari setelah Iran mengeluarkan peringatan keras. Teheran mengancam akan menghancurkan industri minyak dan gas negara-negara Teluk, yang mereka anggap sebagai kepentingan Amerika Serikat, jika sektor energi mereka kembali diserang.

Peringatan tersebut menyusul serangan terhadap ladang South Pars milik Iran, yang merupakan cadangan gas terbesar di dunia. Ancaman ini kini membayangi stabilitas pasokan energi global, mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak mentah dunia.

Hingga saat ini, otoritas maritim terus memantau situasi di Teluk Oman dan mengimbau kapal-kapal yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. (BBC/CNN/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik