Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Kapal Induk Nuklir AS Alami Insiden Serius di Tengah Misi Tempur

Ferdian Ananda Majni
18/3/2026 11:52
Kapal Induk Nuklir AS Alami Insiden Serius di Tengah Misi Tempur
Ilustrasi(Antara)

KAPAL induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford akan ditarik dari penugasan di Timur Tengah setelah kebakaran besar melanda bagian dalam kapal. 

Insiden tersebut memaksa kapal perang terbesar dan tercanggih di dunia itu menghentikan aktivitas operasionalnya untuk sementara.

Saat ini, kapal induk bertenaga nuklir tersebut masih berada di Laut Merah dan diperkirakan akan berlabuh di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani, guna menjalani pemeriksaan serta perbaikan. 

Teluk Souda sendiri merupakan pangkalan strategis NATO di Mediterania timur yang kerap digunakan kapal militer Amerika Serikat.

Dua pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebutkan namanya tidak menjelaskan berapa lama kapal itu akan berada di Kreta. Namun salah satu pejabat menyebut hampir 200 pelaut harus mendapat perawatan akibat cedera dan gangguan kesehatan yang dipicu oleh kebakaran di area pencucian utama kapal.

Kebakaran tersebut dilaporkan berlangsung cukup lama dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk dipadamkan. Dampaknya juga merusak fasilitas tempat tinggal awak, termasuk sekitar 100 tempat tidur yang tidak dapat digunakan.

Laporan awal mengenai tingkat kerusakan di atas kapal pertama kali diungkap oleh The New York Times. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Sebelumnya, militer AS menyatakan kebakaran tidak memengaruhi sistem penggerak kapal sehingga kapal induk tetap dapat beroperasi. Dalam beberapa kasus serupa, kerusakan utama memang sering terjadi pada fasilitas internal tanpa memengaruhi mesin utama kapal.

Kapal perang tersebut telah menjalani penugasan panjang selama sekitar sembilan bulan, termasuk operasi militer di Karibia melawan Venezuela sebelum kemudian dikerahkan ke kawasan Timur Tengah. Durasi penugasan yang lama memicu kekhawatiran mengenai kondisi fisik dan mental para pelaut di atas kapal.

USS Gerald R. Ford membawa lebih dari 5.000 personel dan mampu mengoperasikan lebih dari 75 pesawat militer, termasuk jet tempur F/A-18 Super Hornet. Kapal ini juga dilengkapi sistem radar canggih untuk mengendalikan operasi udara dan navigasi.

Dalam menjalankan misinya, kapal induk tersebut didampingi sejumlah kapal perang pendukung, antara lain kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga Normandy serta kapal perusak kelas Arleigh Burke seperti Thomas Hudner, Ramage, Carney, dan Roosevelt. 

Armada ini memiliki kemampuan tempur lengkap, mulai dari pertahanan udara, serangan permukaan, hingga perang anti-kapal selam.

Penarikan sementara kapal induk utama ini diperkirakan dapat memengaruhi kekuatan militer AS di kawasan, mengingat perannya yang sangat vital dalam operasi tempur dan proyeksi kekuatan laut Amerika Serikat. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik