Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford akan ditarik dari penugasan di Timur Tengah setelah kebakaran besar melanda bagian dalam kapal.
Insiden tersebut memaksa kapal perang terbesar dan tercanggih di dunia itu menghentikan aktivitas operasionalnya untuk sementara.
Saat ini, kapal induk bertenaga nuklir tersebut masih berada di Laut Merah dan diperkirakan akan berlabuh di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani, guna menjalani pemeriksaan serta perbaikan.
Teluk Souda sendiri merupakan pangkalan strategis NATO di Mediterania timur yang kerap digunakan kapal militer Amerika Serikat.
Dua pejabat Amerika Serikat (AS) yang enggan disebutkan namanya tidak menjelaskan berapa lama kapal itu akan berada di Kreta. Namun salah satu pejabat menyebut hampir 200 pelaut harus mendapat perawatan akibat cedera dan gangguan kesehatan yang dipicu oleh kebakaran di area pencucian utama kapal.
Kebakaran tersebut dilaporkan berlangsung cukup lama dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk dipadamkan. Dampaknya juga merusak fasilitas tempat tinggal awak, termasuk sekitar 100 tempat tidur yang tidak dapat digunakan.
Laporan awal mengenai tingkat kerusakan di atas kapal pertama kali diungkap oleh The New York Times. Hingga kini, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Sebelumnya, militer AS menyatakan kebakaran tidak memengaruhi sistem penggerak kapal sehingga kapal induk tetap dapat beroperasi. Dalam beberapa kasus serupa, kerusakan utama memang sering terjadi pada fasilitas internal tanpa memengaruhi mesin utama kapal.
Kapal perang tersebut telah menjalani penugasan panjang selama sekitar sembilan bulan, termasuk operasi militer di Karibia melawan Venezuela sebelum kemudian dikerahkan ke kawasan Timur Tengah. Durasi penugasan yang lama memicu kekhawatiran mengenai kondisi fisik dan mental para pelaut di atas kapal.
USS Gerald R. Ford membawa lebih dari 5.000 personel dan mampu mengoperasikan lebih dari 75 pesawat militer, termasuk jet tempur F/A-18 Super Hornet. Kapal ini juga dilengkapi sistem radar canggih untuk mengendalikan operasi udara dan navigasi.
Dalam menjalankan misinya, kapal induk tersebut didampingi sejumlah kapal perang pendukung, antara lain kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga Normandy serta kapal perusak kelas Arleigh Burke seperti Thomas Hudner, Ramage, Carney, dan Roosevelt.
Armada ini memiliki kemampuan tempur lengkap, mulai dari pertahanan udara, serangan permukaan, hingga perang anti-kapal selam.
Penarikan sementara kapal induk utama ini diperkirakan dapat memengaruhi kekuatan militer AS di kawasan, mengingat perannya yang sangat vital dalam operasi tempur dan proyeksi kekuatan laut Amerika Serikat. (E-4)
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Approval rating Donald Trump anjlok ke 36% menurut survei Reuters/Ipsos. Publik kecewa atas lonjakan harga BBM dan serangan militer AS ke Iran yang dinilai tak aman.
IHSG ditutup menguat tajam 2,75% ke level 7.302 pada Rabu (25/3/2026). Penguatan dipicu optimisme damai AS-Iran lewat proposal 15 poin yang mendorong koreksi harga minyak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved