Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Trump Ancaman Serang Fasilitas Minyak Iran Jika Selat Hormuz Ditutup

Media Indonesia
14/3/2026 11:10
Trump Ancaman Serang Fasilitas Minyak Iran Jika Selat Hormuz Ditutup
Ilustrasi(Dok Google Earth)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran, jika kebebasan navigasi di Selat Hormuz terganggu.

"Saya telah memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tulis Trump di Truth Social.

Trump menegaskan bahwa serangan udara AS di pulau tersebut dalam konteks operasi terhadap Iran bisa menjadi salah satu serangan pengeboman terkuat dalam sejarah Timur Tengah.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan ini menimbulkan kerusakan, korban sipil, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang kemudian memicu balasan dari Iran berupa serangan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Ketegangan yang meningkat di kawasan Iran turut memicu blokade de facto Selat Hormuz, jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Situasi ini berdampak langsung pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Pihak militer Iran menegaskan kembali kendali mereka atas Selat Hormuz dan menolak membiarkan Amerika Serikat maupun negara-negara yang terlibat dalam serangan baru-baru ini untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut.

"Tanpa keraguan atau kelalaian apa pun, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana pasukan angkatan laut pemberani Garda Revolusi. Agresor Amerika dan sekutu mereka tidak berhak untuk melintas di sini," tegas Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, unit yang mengawasi operasi militer, Kamis (12/3).

Selat Hormuz tetap menjadi salah satu rute maritim terpenting dunia bagi pengiriman energi global, menjadikannya jalur vital bagi stabilitas pasokan minyak internasional. (ANT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya