Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Macron Sindir Trump, Operasi Militer untuk Selat Hormuz tak Realistis

Dhika Kusuma Winata
02/4/2026 19:17
Macron Sindir Trump, Operasi Militer untuk Selat Hormuz tak Realistis
Ilustrasi(Dok AFP)

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menilai wacana membuka Selat Hormuz melalui operasi militer sebagai langkah yang tidak masuk akal. Dia menyatakan pendekatan kekuatan bukan solusi sekaligus menyindir inkonsistensi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Iran.

Dalam pernyataannya di Korea Selatan, Kamis (2/4), Macron mengakui ada pihak yang mendorong pembukaan jalur vital itu dengan kekuatan militer, termasuk dari Amerika Serikat. Namun, ia menolak pendekatan tersebut.

“Ada yang mendorong pembebasan Selat Hormuz dengan operasi militer. Kami tidak pernah memilih opsi itu dan kami menilainya tidak realistis,” ujarnya.

Menurut Macron, operasi semacam itu akan memakan waktu sangat lama dan berisiko tinggi. Ia mengingatkan ancaman dari Korps Garda Revolusi Iran yang memiliki kemampuan militer signifikan, termasuk rudal balistik. Macron menegaskan solusi hanya dapat dicapai melalui jalur diplomasi. 

“Langkah itu akan membuka risiko besar bagi siapa pun yang melintas, karena ancaman dari pesisir dan kekuatan militer Iran sangat nyata,” katanya.

“Ini hanya bisa dilakukan bersama Iran. Karena itu, yang utama adalah gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan,” tegas Macron.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak dunia yang kini praktis lumpuh selama beberapa pekan akibat konflik di Timur Tengah. Gangguan itu telah mengguncang pasar energi global.

Pernyataan Macron menegaskan perbedaan pendekatan antara sekutu Barat dalam merespons krisis Iran, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Dalam kesempatan yang sama, Macron juga mengkritik sikap Trump yang dinilai kerap berubah-ubah soal perang.

“Kalau ingin serius, jangan mengatakan hal yang berbeda setiap hari dari pernyataan sebelumnya. Mungkin juga tidak perlu berbicara setiap hari,” sindirnya. (AFP/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya