Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Garda Revolusi Iran dilaporkan memberi sinyal bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz tidak diizinkan.
Informasi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur energi paling strategis di dunia.
Uni Eropa menyebut kapal-kapal menerima transmisi VHF terkait larangan tersebut, meski Teheran belum mengeluarkan pengumuman resmi.
Selat Hormuz merupakan penghubung utama antara negara-negara produsen minyak di Teluk seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempit ini menjadi arteri vital ekspor energi global.
Seorang pejabat Iran menyatakan belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait larangan tersebut. Namun, misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, pada Sabtu (28/2) melaporkan bahwa sejumlah kapal menerima transmisi radio VHF yang menyatakan tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.
Jika pembatasan tersebut benar-benar diterapkan, dampaknya berpotensi luas terhadap perekonomian global, terutama pada harga minyak dan pasokan energi.
Lloyds List mencatat setiap hari Selat Hormuz dilalui pengiriman minyak mentah dan produk olahan dari Arab Saudi, Kuwait, Irak, Iran, serta sebagian Uni Emirat Arab.
Volume tersebut setara dengan sekitar 30% perdagangan minyak dan produk petroleum dunia.
Selain itu, sekitar 20% perdagangan gas alam cair (LNG) global serta sepertiga pengiriman gas petroleum cair dunia juga melintasi jalur ini.
Secara keseluruhan, lalu lintas energi yang melewati selat tersebut mencapai sekitar 30 hingga 33 juta barel setara minyak per hari.
Situasi ini menambah ketidakpastian di pasar energi internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. (AFP/E-4_
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
SERANGAN militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran yang menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei, merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB.
SEBUAH ruang tunggu di Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan ringan setelah insiden pada Minggu (1/3) pagi, di tengah klaim pencegatan ratusan drone oleh otoritas UEA.
Langkah ini diambil setelah adanya konfirmasi mengenai syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
DUTA Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mendesak Amerika Serikat dan Israel agar segera menghentikan tindakan agresif terhadap Iran yang dinilai memperburuk ketegangan kawasan.
MIGRANT CARE menyatakan keprihatinan mendalam atas pecahnya perang di kawasan Timur Tengah.
Iran ancam balas total jika infrastruktur energi mereka diserang lagi. Serangan di Teluk Persia picu lonjakan harga bensin & lumpuhkan 17% kapasitas ekspor LNG Qatar.
Prancis menyatakan membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, langkah konkret baru akan diambil setelah tercapai gencatan senjata.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Ia menambahkan bahwa volume tersebut setara dengan pasokan selama sekitar 10 hari hingga dua minggu, tergantung pada metode perhitungan.
Menurut Azis, letak geografis Selat Hormuz yang menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia menjadikannya titik paling rawan dalam geopolitik modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved