Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Iran-AS: Ali Khamenei Rilis Ancaman di Tengah Negosiasi Nuklir

Ferdian Ananda Majni
18/2/2026 13:05
Iran-AS: Ali Khamenei Rilis Ancaman di Tengah Negosiasi Nuklir
Area nuklir Iran.(Al Jazeera)

PEMIMPIN Tertinggi Iran Ali Khamenei menunjukkan kegelisahannya atas peningkatan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia. Pengerahan tersebut dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran agar menyetujui kesepakatan nuklir baru.

"Mereka terus-menerus mengatakan bahwa kami mengirim kapal induk ke arah Iran," kata Khamenei, merujuk pada pernyataan-pernyataan dari pihak Washington.

Media pemerintah Iran pada Selasa (17/2) melaporkan bahwa sebagian wilayah Selat Hormuz akan ditutup selama beberapa jam. Langkah ini disebut sebagai yang pertama kali jalur pelayaran komersial di kawasan tersebut diblokade sejak dekade 1980-an.

Ketegangan meningkat ketika Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, di Jenewa untuk melanjutkan putaran baru negosiasi nuklir.

Perundingan di Jenewa

Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa kedua pihak menyepakati sejumlah prinsip panduan yang akan menjadi dasar kerangka negosiasi selanjutnya.

Ia menyebut Teheran dan Washington mencapai pemahaman terkait kemungkinan kesepakatan melalui diskusi yang sangat serius, meski masih terdapat sejumlah isu yang perlu dirampungkan. 

Kedua delegasi akan saling bertukar draf teks kesepakatan sebelum menjadwalkan putaran ketiga pembicaraan.

Sementara itu, Trump menyatakan pada Senin (16/2) bahwa ia akan terlibat secara tidak langsung dalam proses tersebut dan meyakini Iran tidak akan menggagalkan potensi kesepakatan.

Namun, retorika Khamenei dinilai dapat memicu reaksi keras dari Washington. 

"Tampaknya Presiden Amerika Serikat terus mengatakan bahwa tentara mereka ialah tentara terkuat di dunia. Tentara terkuat di dunia terkadang dapat menerima tamparan sedemikian rupa sehingga tidak dapat bangkit kembali," kata Khamenei dalam pernyataan lain.

Para pemimpin Iran berupaya menampilkan citra ketegasan di tengah tekanan internal dan eksternal. 

Pemerintah menghadapi dampak protes nasional pada Januari lalu yang dilaporkan menewaskan ribuan orang. 

Sejumlah analis menilai pernyataan keras Khamenei bisa menjadi manuver politik domestik untuk menutupi potensi kompromi dalam negosiasi, termasuk pembatasan program nuklir Iran.

Di sisi lain, Israel disebut mendorong Gedung Putih agar kesepakatan tidak hanya membatasi program nuklir, tetapi juga persediaan rudal balistik Iran dan dukungannya terhadap kelompok militan.

Pengerahan militer dan ancaman

Meski kedua pihak menunjukkan sinyal positif setelah pertemuan awal di Oman 10 hari sebelumnya, Trump tetap mempertahankan ancaman aksi militer.

Washington baru-baru ini mengirimkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah. 

Kombinasi kekuatan tersebut dinilai memungkinkan Amerika Serikat melancarkan kampanye serangan udara berkelanjutan jika diperlukan.

Sejumlah pejabat Israel menginginkan perubahan rezim di Teheran. Namun para analis meragukan bahwa tujuan tersebut dapat dicapai hanya melalui kekuatan udara.

Pada Senin (16/2), Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal jelajah di Selat Hormuz sebagai bagian dari latihan militer maritim dengan tembakan langsung. 

Jalur pelayaran yang berada dekat dengan armada AS sempat ditutup sementara selama latihan tersebut, yang juga disiarkan televisi pemerintah.

Iran selama ini berulang kali mengancam akan menutup Selat Hormuz, meskipun belum pernah sepenuhnya melakukannya. Namun sejumlah tindakan sebelumnya mengganggu arus pelayaran internasional.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengakui bahwa proses negosiasi tidak akan mudah. 

"Saya pikir ada peluang di sini untuk mencapai kesepakatan secara diplomatis tetapi saya juga tidak ingin melebih-lebihkannya. Ini akan sulit," pungkas Rubio. (LBC/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya