Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas mendesak agar seluruh hambatan yang iberlakukan Israel segera dicabut demi memastikan pelaksanaan tahap kedua gencatan senjata di Gaza berjalan penuh.
Dalam pidato yang dibacakan Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa pada KTT Uni Afrika di Ethiopia, Abbas menekankan pentingnya menghapus semua hambatan yang diberlakukan Israel terhadap implementasi ketentuan fase kedua perjanjian.
Menurut dia, hambatan tersebut turut mengganggu kerja komite teknokratik yang dibentuk untuk mengawasi tata kelola harian di Gaza.
“Penghapusan hambatan diperlukan untuk menjamin keberlanjutan layanan publik, mengoordinasikan upaya kemanusiaan, dan memungkinkan pemulihan yang cepat,” ujar Abbas.
Dia juga menilai Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas yang mulai berlaku Oktober lalu dan dimediasi Amerika Serikat.
“Sejak pengumuman gencatan senjata hingga hari ini, lebih dari 500 warga Palestina telah terbunuh (di Gaza), yang mengancam keberlanjutan gencatan dan pelaksanaan penuh fase keduanya,” ucapnya.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Washington telah memasuki tahap kedua bulan lalu, kekerasan masih terjadi. Israel dan Hamas saling melontarkan tuduhan pelanggaran.
Tahap kedua perjanjian mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, pelucutan senjata Hamas, serta penempatan pasukan stabilisasi internasional untuk menjaga keamanan.
Namun, Hamas berulang kali menegaskan soal pelucutan senjata kemungkinan kepada otoritas pemerintahan Palestina di masa depan.
Hingga kini, militer Israel masih menguasai lebih dari separuh Jalur Gaza. Di sisi lain, komite teknokratik yang terdiri dari 15 pakar Palestina masih berada di Mesir dam belum masuk ke Gaza meski perlintasan Rafah telah dibuka sebagian sejak 2 Februari.
Komite tersebut berada di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump.
Utusan tinggi untuk Gaza yang ditunjuk Trump, diplomat Bulgaria Nickolay Mladenov, menyatakan sejumlah prasyarat harus dipenuhi sebelum anggota komite teknokratik dapat memasuki Gaza. Termasuk soal Hamas harus menyerahkan kendali sipil atas lembaga-lembaga di Gaza.
Pernyataan Abbas mencerminkan kekhawatiran otoritas Palestina. Tanpa pencabutan hambatan dan kejelasan mekanisme keamanan, tahap kedua gencatan senjata berisiko mandek sedangkan situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. (AFP/H-4)
PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas mendesak Italia mengakui Negara Palestina. Langkah tersebut akan membantu melindungi solusi dua negara dan memperkuat fondasi perdamaian.
Paus Leo XIV dan Presiden Palestiha Mahmoud Abbas membahas mendesaknya bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza serta terwujudnya solusi dua negara demi mengakhiri konflik Israel-Palestina.
Abbas menegaskan rakyat Palestina tidak akan menyerah pada tekanan maupun penderitaan panjang akibat konflik.
PRESIDEN Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menegaskan Hamas tidak akan mendapat tempat dalam pemerintahan Gaza setelah perang berakhir.
PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.
Update terbaru Gaza hari ini: 11 warga tewas akibat serangan udara Israel di Jabalia dan Khan Yunis. Cek detail pelanggaran Garis Kuning dan data korban terbaru.
LANGKAH Indonesia bergabung sebagai anggota awal Board of Peace (BoP) dinilai sebagai pisau bermata dua bagi diplomasi nasional.
Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar karena minimnya alat berat dan kemampuan teknis yang memadai.
Investigasi Al Jazeera mengungkap dugaan penggunaan bom termobarik dan amunisi tritonal oleh Israel di Gaza. Sebanyak 2.842 warga Palestina dilaporkan hilang sejak 2023.
Indonesia manfaatkan keanggotaan Dewan Perdamaian (BoP) untuk kawal hak Palestina & solusi dua negara. Presiden Prabowo juga akan tekan tarif resiprokal di AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved