Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Dokumen Terbaru Epstein Ungkap Dugaan Bocornya Informasi Rahasia oleh Andrew Mountbatten-Windsor

Thalatie K Yani
09/2/2026 07:37
Dokumen Terbaru Epstein Ungkap Dugaan Bocornya Informasi Rahasia oleh Andrew Mountbatten-Windsor
Andrew Mountbatten-Windsor(AFP)

NAMA Andrew Mountbatten-Windsor kembali menjadi pusat perhatian setelah dokumen terbaru dari berkas kasus Jeffrey Epstein dirilis di Amerika Serikat. Material yang dilihat oleh BBC tersebut menunjukkan Andrew diduga secara sadar membagikan informasi rahasia terkait pekerjaannya sebagai utusan perdagangan kepada Epstein pada periode 2010 dan 2011.

Email-email dalam berkas tersebut memperlihatkan mantan Pangeran Inggris ini meneruskan laporan kunjungan resmi ke Singapura, Hong Kong, dan Vietnam. Selain itu ada rincian rahasia mengenai berbagai peluang investasi.

Pelanggaran Protokol Kerahasiaan

Sebagai utusan perdagangan yang menjabat antara tahun 2001 hingga 2011, Andrew memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi sensitif, komersial, maupun politik. Namun, pada 7 Oktober 2010, Andrew dilaporkan mengirimkan jadwal perjalanannya ke Asia kepada Epstein.

Lebih lanjut, pada 30 November 2010, ia diduga meneruskan laporan resmi kunjungan tersebut hanya lima menit setelah menerimanya dari asisten khususnya saat itu. Yang paling mengejutkan, pada malam Natal tahun 2010, Andrew mengirimkan pengarahan rahasia kepada Epstein mengenai peluang investasi rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan, proyek yang didanai oleh uang pemerintah Inggris.

Mantan Sekretaris Bisnis Inggris, Sir Vince Cable, mengaku terkejut dengan kabar ini.

"Saya tidak tahu bahwa Andrew membagikan informasi tentang peluang investasi [di Afghanistan] sebelumnya, ini pertama kalinya saya mendengarnya," ungkap Sir Vince Cable.

Melawan Klaim Pemutusan Hubungan

Temuan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai pernyataan Andrew sebelumnya. Dalam wawancara Newsnight tahun 2019, ia mengeklaim terakhir kali menemui Epstein pada awal Desember 2010 untuk memutus tali pertemanan. Akan tetapi, catatan email menunjukkan korespondensi masih berlangsung hingga Februari 2011, di mana Andrew menyarankan Epstein untuk berinvestasi di sebuah firma ekuitas swasta.

Perlu dicatat bahwa saat komunikasi ini terjadi, Epstein sudah berstatus sebagai terpidana pelanggaran seks. Pedoman resmi menyatakan bahwa tugas menjaga kerahasiaan tetap berlaku bahkan setelah masa jabatan berakhir, dan pelanggaran terhadap hal ini dapat bersinggungan dengan Undang-Undang Rahasia Resmi (Official Secrets Acts).

Kehilangan Gelar dan Rumah

Andrew secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan respons resmi atas temuan terbaru ini. Sebagaimana diketahui, Andrew telah dicopot dari gelar kerajaan dan kehormatan militernya pada Oktober tahun lalu akibat pengawasan ketat terhadap hubungannya dengan Epstein.

Kabar terbaru menyebutkan Andrew telah pindah dari kediamannya di Royal Lodge, Windsor, menuju Wood Farm di Sandringham Estate, Norfolk, sementara rumah permanen barunya sedang menjalani renovasi. Meskipun namanya tercantum dalam berkas Epstein, hal tersebut secara hukum bukan merupakan indikasi langsung adanya kesalahan pidana, namun terus menambah tekanan publik terhadap sang mantan adipati. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya