Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
RANGKAIAN dokumen terbaru yang dirilis pemerintah Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan mengenai kedekatan Lord Mandelson dengan Jeffrey Epstein. Mantan menteri senior Inggris tersebut diketahui pernah menawarkan bantuan untuk mengurus visa Rusia bagi Epstein tahun 2010.
Berdasarkan draf email yang terungkap, visa tersebut sedianya akan digunakan Epstein untuk melakukan perjalanan ke Moskow. Di saat yang bersamaan, korespondensi lain menunjukkan Epstein tengah berkoordinasi dengan seorang perantara di Rusia untuk mengatur pertemuan dengan sejumlah perempuan muda.
Lord Mandelson, yang baru saja mengundurkan diri dari House of Lords pekan ini menyusul terkuaknya skala hubungannya dengan Epstein, memberikan tawaran bantuan tersebut hanya enam bulan setelah ia meninggalkan pemerintahan. Pada saat itu, Epstein sendiri sudah menyandang status sebagai terpidana kasus asusila terhadap anak di bawah umur.
Pada 9 November 2010, Epstein mengirim pesan kepada Mandelson mengenai kesulitannya mendapatkan visa di Paris karena sedang hari libur bank. "Saya tidak punya visa untuk Rusia... ada ide bagaimana saya bisa mendapatkannya?" tulis Epstein.
Dokumen dari Departemen Kehakiman AS menunjukkan Mandelson membalas beberapa jam kemudian dan menyatakan kesediaannya untuk membantu. Keesokan harinya, Mandelson kembali mengirim email yang menyebutkan salah satu rekannya sedang "membantu urusan visa."
Meski Mandelson membantu proses administratif tersebut, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa sang politisi mengetahui tujuan sebenarnya di balik perjalanan mendadak Epstein ke Moskow.
Di balik layar upaya pengurusan visa tersebut, Epstein diketahui berkomunikasi intens dengan seorang perempuan di Rusia. Dalam balasan email kepada Epstein, perempuan tersebut menulis: "Saya sangat ingin mendapatkan seseorang yang sangat menyenangkan segera untukmu, sedang diusahakan!" Ia juga menambahkan sedang memilah sekitar 10 teman perempuan lainnya untuk diperkenalkan kepada Epstein.
Rangkaian pesan tersebut mencakup pengiriman foto-foto perempuan muda, termasuk seorang perempuan berusia 22 tahun dan seorang pesenam yang ingin menjadi aktris. Perjalanan tersebut akhirnya dibatalkan pada 15 November 2010 karena proses pengurusan visa di Paris memakan waktu terlalu lama.
Dalam dokumen tersebut, Mandelson diketahui juga sempat mengunjungi Epstein di Paris pada akhir pekan saat pengurusan visa dilakukan. Sopir pribadi Epstein bahkan menjemput Mandelson di stasiun kereta untuk membawanya ke kediaman Epstein.
Lord Mandelson sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada para korban yang menderita akibat tindakan Epstein. Ia menegaskan dirinya tidak terlibat atau bersalah dalam kejahatan yang dilakukan oleh pemodal tersebut.
Hingga saat ini, penyebutan nama dalam berkas Epstein tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum, namun hal ini telah memicu tekanan politik besar bagi karier Mandelson di Inggris. (BBc/Z-2)
Presiden Donald Trump klaim "perubahan besar" dalam pidato State of the Union di tengah ancaman militer terhadap Iran dan merosotnya angka popularitas.
Mantan Dubes Inggris Lord Mandelson ditangkap polisi atas dugaan pembocoran informasi rahasia ke Jeffrey Epstein. Pengacara sebut isu rencana kabur tidak berdasar.
Mantan jaksa senior Inggris menyebut polisi bergerak cepat saat kepentingan negara terancam, namun lambat dalam menangani laporan kekerasan seksual penyintas Jeffrey Epstein.
Raja Harald V dari Norwegia dilarikan ke rumah sakit saat berlibur di Tenerife. Kabar ini muncul saat Kerajaan Norwegia diguncang skandal Jeffrey Epstein.
Partai Liberal Demokrat mendorong pemungutan suara di Parlemen Inggris untuk membuka dokumen rahasia penunjukan Andrew Mountbatten-Windsor sebagai utusan dagang.
Lord Mandelson dibebaskan dengan jaminan usai ditangkap atas dugaan pelanggaran jabatan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved