Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL penghancur milik militer Amerika Serikat, USS Delbert D Black, bersandar di Pelabuhan Eilat, Israel bagian selatan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kapal penghancur tersebut dilaporkan tiba pada akhir pekan lalu. Informasi tersebut dilaporkan oleh sejumlah media Israel.
Kedatangan kapal perang AS itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Namun, militer Israel menyatakan kunjungan kapal perang AS itu telah direncanakan dan merupakan bagian dari koordinasi berkelanjutan antara angkatan bersenjata Israel dan Amerika Serikat.
Pihak militer Israel juga menegaskan kapal tersebut merupakan bentuk kerja sama militer rutin, meski terjadi di tengah situasi regional yang sedang memanas.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi militer Israel-AS di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran.
Hubungan Teheran dan Washington kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan armada besar sedang bergerak menuju Iran.
Merespons pernyataan tersebut, pejabat Iran memperingatkan setiap serangan AS akan dibalas. Meski demikian, Iran menegaskan tetap terbuka untuk dialog. (I-2)
Ayatollah Ali Khamenei peringatkan AS bahwa serangan ke Iran akan memicu perang regional. Trump tetap buka peluang negosiasi di tengah ketegangan militer.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan bahwa militer Iran kini jauh lebih siap menghadapi konflik bersenjata dibandingkan medio Juni lalu.
Menlu Iran Abbas Araghchi nyatakan siap dialog dengan AS jika setara, namun tegas menolak negosiasi di bawah ancaman militer dan enggan bahas program rudal.
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran, di tengah meningkatnya ketegangan.
IRAN memperkuat kemampuan militernya dengan mengintegrasikan 1.000 drone tempur baru ke dalam angkatan bersenjata, di tengah meningkatnya ketegangan dan ancaman serangan AS.
PRESIDEN AS Donald Trump tengah mempertimbangkan semua opsi terkait situasi dengan Iran, termasuk melancarkan serangan kuat dan menentukan. CNN melaporkan itu pada Rabu (28/1).
PUTRA Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.
KOMANDO Pusat Angkatan Udara AS menyatakan Washington akan menggelar latihan kesiapan militer yang diperpanjang di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran.
AMERIKA Serikat memperluas secara signifikan kehadiran militer di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved