Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Iran Peringatkan Respons Keras jika AS-Israel Serang Lagi

Ferdian Ananda Majni
30/12/2025 20:50
Iran Peringatkan Respons Keras jika AS-Israel Serang Lagi
Iran serang Israel pada Juni.(Al Jazeera)

PEJABAT senior intelijen dan keamanan Iran, Ali Shamkhani, memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Iran akan menerima respons langsung dan sangat keras, di luar imajinasi para perancangnya, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap program rudal Teheran. Pernyataan ini disampaikan Shamkhani melalui media sosial pada Senin (29/12).

"Dalam doktrin pertahanan Iran, beberapa respons telah ditentukan sebelum ancaman mencapai tahap implementasi," tulis Shamkhani di platform X.

Sebagai orang kepercayaan dekat pemimpin tertinggi Iran, Shamkhani termasuk di antara sedikit pejabat senior politik, keamanan, dan militer yang selamat dari serangan udara Israel di Teheran pada Juni 2025. 

Awalnya dilaporkan tewas, Shamkhani muncul beberapa hari kemudian dengan luka parah akibat serangan di apartemennya di kawasan atas kota.

"Kemampuan rudal dan pertahanan Iran tidak dapat dikendalikan dan tidak memerlukan izin. Setiap agresi akan mendapat respons keras, segera, dan di luar imajinasi para perancangnya," tegas Shamkhani, mantan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Ancaman Trump terhadap Iran

Peringatan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengancam akan menghancurkan program rudal Iran jika Teheran mencoba membangun kembali kapasitas militernya. 

Trump menegaskan akan bertindak segera terhadap pengembangan nuklir Iran dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 29 Desember.

"Saya dengar Iran mencoba membangun kembali kekuatannya. Jika mereka melakukannya, kita harus menjatuhkan mereka. Kita akan menghancurkan mereka habis-habisan," kata Trump di luar Mar-a-Lago.

Kapasitas Rudal Iran dan Tekanan Militer

Intelijen Israel memperkirakan Iran masih memiliki sekitar 1.500 rudal setelah perang pada Juni, menurun dari 3.000 sebelumnya. Netanyahu diperkirakan akan mendorong Trump untuk melakukan aksi militer baru yang menargetkan fasilitas produksi rudal Iran.

Pada Juni lalu, Amerika Serikat mengebom tiga fasilitas nuklir Iran setelah serangan Israel menargetkan fasilitas nuklir, tokoh militer senior, dan ilmuwan Iran. Iran merespons dengan serangan rudal, termasuk ke pangkalan AS di Qatar.

Iran menegaskan bahwa program rudalnya adalah bagian inti dari strategi pertahanan terhadap ancaman regional dan menolak untuk bernegosiasi mengenai hal tersebut. (Intellinews/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya