Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Khamenei Peringatkan AS, Serangan ke Iran Picu Perang Regional Besar

Haufan Hasyim Salengke
02/2/2026 07:16
Khamenei Peringatkan AS, Serangan ke Iran Picu Perang Regional Besar
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.(Kantor Khamenei/AFP)

PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Khamenei menegaskan bahwa setiap agresi militer yang ditujukan kepada Teheran tidak akan berakhir sebagai konflik lokal, melainkan bakal memicu perang regional yang luas.

Pernyataan ini disampaikan Khamenei di tengah langkah Presiden AS Donald Trump yang terus memperkuat aset militer di kawasan tersebut. Berbicara di hadapan massa pendukung di pusat Kota Teheran pada Minggu (1/2), pemimpin berusia 86 tahun tersebut menekankan bahwa AS harus memahami konsekuensi dari setiap langkah provokasi.

"Mereka harus tahu bahwa jika mereka memulai perang kali ini, itu akan menjadi perang regional," ujar Khamenei dalam acara peringatan kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan pada 1979 dan momentum yang memicu Revolusi Iran.

Tudingan upaya kudeta

Selain menyinggung ancaman eksternal, Khamenei juga memberikan komentar tajam mengenai gelombang protes antipemerintah yang baru saja terjadi di Iran. Ia menyamakan kerusuhan maut tersebut dengan upaya kudeta yang gagal.

Menurutnya, para demonstran menargetkan pusat-pusat pemerintahan yang sensitif, termasuk kantor polisi, fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), bank, hingga masjid. Khamenei menyebut aksi tersebut sebagai 'sedisi' atau pemberontakan, istilah serupa yang ia gunakan untuk melabeli Gerakan Hijau pada 2009.

"Tujuan mereka adalah menghancurkan pusat-pusat efektif yang menjalankan negara. Tentu saja, kudeta tersebut telah dipadamkan," tambah Khamenei, yang telah memegang kekuasaan absolut selama 37 tahun. Ia menuding AS berupaya 'melahap' sumber daya minyak dan gas alam Iran yang melimpah.

Respons Donald Trump

Menanggapi gertakan dari Teheran, Presiden Donald Trump tampak tetap tenang. Berbicara kepada wartawan, Trump menganggap pernyataan Khamenei sebagai reaksi yang sudah bisa diprediksi.

Meski demikian, Trump menyatakan tetap membuka pintu negosiasi untuk mencapai kesepakatan baru dengan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan.

"Tentu saja dia akan mengatakan hal seperti itu. Harapannya, kita bisa mencapai kesepakatan. Jika tidak, barulah kita akan tahu apakah dia (Khamenei) benar atau tidak," ujar Trump singkat. (Al-Jazeera/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya