GELOMBANG baru skandal seks mendiang Jeffrey Epstein kembali mengguncang publik global di awal Februari 2026. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), pada Jumat (30/1) hingga Minggu (1/2), resmi merilis tahap akhir dari "Epstein Files" yang mencakup lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar. Perilisan masif ini memicu lonjakan trafik pencarian internet dan membuat dokumenter lawas terkait kasus ini kembali menduduki puncak tangga popularitas di layanan streaming.
Berdasarkan pantauan tren digital, serial dokumenter Netflix "Jeffrey Epstein: Filthy Rich" (2020) mengalami lonjakan penonton signifikan dalam 24 jam terakhir. Publik kembali memburu konteks visual dari nama-nama besar yang baru saja terungkap dalam dokumen setebal jutaan halaman tersebut.
Isi Dokumen Terbaru Februari 2026
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, dalam konferensi persnya menyebutkan bahwa perilisan ini merupakan kepatuhan terhadap Epstein Files Transparency Act. Berbeda dengan rilis sebelumnya yang banyak disensor, dokumen kali ini membuka tabir interaksi Epstein dengan sejumlah figur elit dunia yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan media internasional antara lain:
- Nama-Nama Baru: Dokumen menyebutkan adanya "tips" atau laporan masyarakat yang masuk ke FBI menyeret nama-nama industri hiburan seperti Jay-Z dan Harvey Weinstein. Namun, DOJ menegaskan bahwa penyebutan nama dalam "tips" tidak serta merta membuktikan keterlibatan pidana atau kesalahan hukum.
- Arsip Visual: Ribuan foto dan video yang diambil oleh Epstein sendiri kini dibuka untuk publik (dengan penyensoran ketat pada wajah korban), memperlihatkan betapa luasnya jaringan perdagangan seks yang ia bangun.
- Koneksi Politik: Detail komunikasi Epstein dengan mantan penasihat Gedung Putih dan taipan teknologi juga diperjelas, memperkuat narasi dalam berbagai dokumenter bahwa Epstein memiliki "kekebalan" hukum selama bertahun-tahun.
Reaksi Publik dan Tuntutan Dokumenter Baru
Kembali viralnya kasus ini memicu desakan di media sosial agar platform streaming raksasa segera memproduksi sekuel atau dokumenter investigasi baru yang membedah 3 juta dokumen anyar ini. Publik menilai dokumenter lama belum mencakup skala data yang baru saja dibuka oleh DOJ di tahun 2026 ini.
"Dokumen ini adalah potongan puzzle terakhir yang selama ini hilang. Apa yang kita tonton di Netflix tahun 2020 hanyalah puncak gunung es," tulis salah satu pengamat hukum di platform X (Twitter), Minggu (1/2).
Bagi Anda yang ingin memahami latar belakang kasus ini sebelum menyelami ribuan halaman dokumen tersebut, menonton ulang "Filthy Rich" atau "Surviving Jeffrey Epstein" bisa menjadi langkah awal untuk memetakan siapa saja "pemain" yang terlibat dalam lingkaran setan ini.
PENAFIAN _Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
