Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Isu Greenland Memanas, Uni Eropa Siapkan Langkah Dagang Balasan ke AS

Ferdian Ananda Majni
19/1/2026 14:04
Isu Greenland Memanas, Uni Eropa Siapkan Langkah Dagang Balasan ke AS
Peta wilayah Greenland yang ingin direbut AS dari Denmark.(Dok. Google Maps)

UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland, yang dinilai berpotensi merusak hubungan dagang serta aliansi strategis transatlantik.

Isu ini dibahas dalam pertemuan para pemimpin Uni Eropa pada Minggu (18/1), yang secara khusus menyoroti ancaman tarif dari Trump serta pernyataannya terkait Greenland. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong Uni Eropa untuk menggunakan mekanisme anti-pemaksaan yang dikenal sebagai trade bazooka.

Instrumen ini memungkinkan Uni Eropa mengambil langkah tegas, mulai dari pemblokiran akses pasar hingga penerapan kontrol ekspor terhadap negara yang dianggap melakukan tekanan ekonomi sepihak. 

Selain itu, Uni Eropa juga mempertimbangkan kemungkinan pemberlakuan tarif balasan terhadap Amerika Serikat dengan nilai mencapai €93 miliar.

Meski demikian, strategi pertahanan perdagangan tersebut sejatinya dirancang untuk menghadapi negara-negara seperti Tiongkok, bukan mitra dan sekutu tradisional seperti Amerika Serikat. 

Oleh karena itu, penggunaannya terhadap AS dinilai sebagai langkah yang sangat sensitif dan berisiko tinggi.

"Setidaknya dilihat dari reaksi awal, beberapa pemimpin Eropa bersedia bersikap keras," kata kepala makro global ING, Carsten Brzeski.

Namun, para analis mengingatkan bahwa penerapan kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan secara cepat. Peneliti senior non-residen di Brookings Institution, Dan Hamilton, menyatakan bahwa pengaktifan trade bazooka dapat memakan waktu berbulan-bulan sebelum benar-benar berlaku.

Selain itu, eskalasi perang dagang dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi kedua belah pihak. Langkah saling balas tarif berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi baik di Eropa maupun di Amerika Serikat.

"Ancaman terbaru Trump berisiko menghancurkan kesepakatan perdagangan yang disepakati AS dengan Inggris dan Uni Eropa musim panas lalu, dan semakin memperburuk hubungan sekutu terdekat Amerika," ujar Hamilton.

Trump sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif tinggi terhadap negara-negara yang menentang upaya Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland. 

Sejak kembali menduduki Gedung Putih, Trump semakin terbuka menunjukkan sikap ekspansionis, termasuk wacana pencaplokan Greenland yang, menurut sejumlah pengamat, tidak menutup kemungkinan melibatkan opsi militer. (CNN/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik