Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyatakan Presiden Prabowo Subianto perlu menunjukkan peran diplomasi yang lebih kuat dalam merespons konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang strategis untuk mengambil peran aktif di tengah perbedaan sikap negara-negara terhadap konflik tersebut.
Hikmahanto menyarankan Presiden Prabowo menerapkan diplomasi ulang-alik atau shuttle diplomacy, yakni memfasilitasi dialog antara dua pihak yang berselisih tanpa harus mempertemukan mereka secara langsung.
“Kalau Malaysia kan mengutuk (penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh Presiden AS Donald Trump), banyak negara yang juga mengutuk, tetapi ada juga seperti Perancis, Inggris itu yang mendukung. Singapura juga mengutuk ya, dia enggak setuju, tetapi kalau Indonesia, banyak yang bilang, kok Indonesia, hanya prihatin saja? Maka ini sekarang peluang Presiden Prabowo untuk melakukan apa yang disebut shuttle diplomacy, atau diplomasi ulang-alik,” kata Hikmahanto dalam Forum Kramat di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (9/1).
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
“Untuk itu ayo kita bicarakan baik-baik, karena waktu itu Bapak Presiden kan jadi ketua dari G20, jadi kalau misalnya ada peluang, mungkin peluang itu bisa dimainkan oleh Bapak Presiden. Kalau misalnya beliau bilang, oh iya kita harus jalan dengan kebutuhannya, minta supaya serangan itu diturunkan eskalasinya, maka kita bisa punya nilai di mata dunia,” ujar Hikmahanto.
Pandangan senada disampaikan Direktur The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib. Ia menilai Presiden Prabowo memiliki cita-cita kepemimpinan global yang sejalan dengan Proklamator Indonesia, Sukarno, yang pernah mempersatukan kawasan Asia dan Afrika melalui Konferensi Asia-Afrika 1955.
Menurut Ridlwan, sebagai presiden yang sering melakukan kunjungan luar negeri, Prabowo seharusnya tampil lebih lantang untuk turut memberi peran dalam konflik AS-Venezuela.
“Bisa enggak kita berharap pada Presiden Prabowo menunjukkan sikap bahkan mungkin lebih dari Bung Karno? Karena sekarang di era Trump yang mohon maaf, 'agak gila begini', kita sungguh berharap pemimpin kita dengan keberanian yang muncul setidaknya bersuara keras, mengecam, mengutuk, atau apa saja, begitu, sehingga kemudian masyarakat Indonesia ini bangga punya seorang leader, pemimpin yang kewibawaannya berani menandingi Trump,” tuturnya. (Ant/P-3)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tiga uskup agung Katolik AS mengatakan bahwa landasan moral untuk tindakan Amerika di dunia dipertanyakan akibat penggunaan atau ancaman kekuatan militer kembali.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
FBI kirim memo peringatan potensi serangan drone Iran dari laut ke California.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Biaya perang AS-Israel melawan Iran mencapai $11,3 miliar dalam satu minggu. Di tengah inflasi domestik, pengeluaran militer ini memicu kecaman keras dari Kongres.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved