Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ketegangan di Atlantik: AS Berencana Cegat Tanker Rusia 'Marinera' Terkait Sanksi

Thalatie K Yani
07/1/2026 10:55
Ketegangan di Atlantik: AS Berencana Cegat Tanker Rusia 'Marinera' Terkait Sanksi
Ilustrasi(Marineland)

KETEGANGAN di Samudra Atlantik meningkat setelah pejabat Amerika Serikat mengungkapkan rencana untuk mencegat sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera. Kapal tersebut diduga melanggar sanksi internasional dan saat ini berada di posisi antara Skotlandia dan Islandia dalam pelayarannya menuju Eropa.

Menurut laporan CBS News, mitra BBC di AS, dua pejabat Amerika menyatakan pasukan AS lebih memilih untuk menyita kapal tersebut daripada menenggelamkannya. Operasi ini merupakan bagian dari kebijakan "blokade" yang diperintahkan Presiden Donald Trump terhadap tanker-tanker bermasalah yang terkait dengan Venezuela.

Identitas Ganda dan Pelanggaran Sanksi

Kapal ini memiliki rekam jejak yang mencurigakan. Sebelumnya, kapal ini bernama Bella 1 dan mengibarkan bendera Guyana. Bulan lalu, penjaga pantai AS mencoba menaiki kapal ini di Karibia karena dugaan membawa minyak Iran menuju Venezuela.

Setelah gagal dicegat, kapal tersebut secara dramatis mengganti namanya menjadi Marinera dan beralih menggunakan bendera Rusia. Meski telah berganti identitas, analis maritim dari firma intelijen Kpler, Dimitris Ampatzidis, menyatakan bahwa langkah tersebut tidak akan menghentikan penegakan hukum AS.

"Tindakan AS didorong oleh identitas dasar kapal [nomor IMO], jaringan kepemilikan, dan sejarah sanksinya, bukan oleh cat nama atau klaim bendera," ujar Ampatzidis. Ia menambahkan bahwa perubahan registrasi ke Rusia mungkin memicu "gesekan diplomatik," namun tidak akan membatalkan status sanksi kapal tersebut.

Respons Keras Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pihaknya sedang "memantau dengan prihatin situasi abnormal di sekitar kapal tanker minyak Rusia, Marinera." Rusia menegaskan kapal mereka berlayar di perairan internasional sesuai dengan norma hukum maritim.

"Karena alasan yang tidak jelas bagi kami, kapal Rusia tersebut mendapatkan perhatian yang meningkat dan jelas tidak proporsional dari militer AS dan NATO, meskipun statusnya damai," tegas perwakilan Kementerian Luar Negeri Rusia. Mereka juga menuntut negara-negara Barat untuk mematuhi prinsip kebebasan navigasi.

Konteks Operasi Militer

Rencana pencegatan ini muncul hanya beberapa hari setelah langkah kontroversial AS. AS menggunakan kekuatan militer untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, di Caracas atas tuduhan narkoba dan senjata.

Saat ini, sekitar 10 pesawat angkut militer AS beserta helikopter telah tiba di Inggris, bertepatan dengan mendekatnya Marinera ke wilayah Eropa. Namun, Kementerian Pertahanan Inggris menolak berkomentar mengenai aktivitas militer negara lain tersebut. Hingga saat ini, posisi Marinera diperkirakan berada 2.000 km di barat daratan Eropa, di mana cuaca ekstrem dan jarak yang jauh menjadi tantangan utama bagi pasukan AS untuk melakukan penyergapan. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya