Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Venezuela Tuding AS Incar Minyak dan Mineral lewat Serangan Militer

Media Indonesia
03/1/2026 20:09
Venezuela Tuding AS Incar Minyak dan Mineral lewat Serangan Militer
Foto kobaran api di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, setelah serangkaian ledakan di Ibu Kota Caracas pada 3 Januari 2026(AFP)

MENTERI Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, Sabtu (3/1), mengecam serangan Amerika Serikat (AS) yang dinilainya sebagai upaya memaksakan perang kolonial terhadap republik serta mendorong perubahan rezim di negara Amerika Selatan tersebut.

"Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan 'perubahan rezim', dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan gagal sebagaimana semua upaya sebelumnya telah gagal," kata Gil dalam pernyataannya.

Ia menyebut serangan tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dinilai mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.

"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengadukan kepada komunitas internasional agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," kata Gil.

Gil mengatakan serangan itu menargetkan sejumlah lokasi sipil dan militer di ibu kota Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.

"Agresi semacam ini mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko serius," katanya.

Menurut Gil, tujuan utama serangan AS tersebut adalah merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, sekaligus merusak kemandirian politik negara itu.

"Mereka tidak akan berhasil," katanya.

Gil menambahkan Presiden Nicolas Maduro telah menandatangani dekret yang menetapkan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah Venezuela guna melindungi warga negara serta memastikan lembaga-lembaga negara tetap berfungsi.

Sebelumnya, sejumlah ledakan kuat dilaporkan terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu, di tengah meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal di beberapa titik di Caracas, disertai suara sirene serangan udara.

Melalui platform Truth Social, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukannya telah melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

(Anadolu/Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya