Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Thailand dan Kamboja Cari Jalan Damai

Ferdian Ananda Majni
23/12/2025 11:04
Thailand dan Kamboja Cari Jalan Damai
Seorang personel militer Thailand mengambil foto di Pos Pemeriksaan Perbatasan Internasional Ban Khlong Luek yang ditutup antara Thailand dan Kamboja, di distrik Aranyaprathet, provinsi Sa Kaeo, Thailand pada Selasa (24/6).(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)

THAILAND dan Kamboja pada Senin (22/12) menyepakati penyelenggaraan pembicaraan perbatasan dalam pekan ini, menyusul pertemuan regional di Malaysia yang bertujuan meredakan konflik bersenjata mematikan antara dua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut.

Bentrok bersenjata yang kembali pecah bulan ini, sekaligus menggugurkan gencatan senjata sebelumnya, telah menewaskan sedikitnya 23 orang di Thailand dan 20 orang di Kamboja. 

Selain itu, lebih dari 900.000 warga terpaksa mengungsi di kedua sisi perbatasan, demikian menurut keterangan pejabat setempat.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow mengumumkan rencana pertemuan bilateral tersebut usai bertemu dengan para mitranya dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang juga mencakup Kamboja.

Ia mengatakan kepada wartawan di Kuala Lumpur bahwa perundingan akan digelar pada Rabu (24/12) di Chanthaburi, wilayah selatan Thailand, melalui mekanisme komite perbatasan bilateral yang telah ada.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Thailand menyebutkan bahwa pertemuan komite tersebut ditujukan agar militer kedua negara dapat membahas implementasi, langkah-langkah terkait dan verifikasi gencatan senjata secara rinci.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pertemuan Rabu (24/12) dan menyambut baik upaya regional untuk menjaga gencatan senjata serta menghentikan permusuhan.

"Kami tetap optimistis bahwa pihak Thailand akan menunjukkan ketulusan dalam sepenuhnya menerapkan gencatan senjata sesuai dengan tujuan ASEAN," kata kementerian tersebut dalam pernyataan resminya. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya