Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) membuat pengakuan publik yang jarang terjadi mengenai keterlibatan militernya di luar negeri. Pyongyang secara terbuka dan eksplisit mengakui pengerahan pasukannya untuk menjalankan misi berbahaya di luar negeri, sebuah langkah yang sangat jarang dilakukan oleh rezim tertutup tersebut.
Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un mengumumkan bahwa resimen teknik Korut telah menyelesaikan tugas pembersihan ranjau di wilayah Kursk, Rusia, dan dalam prosesnya, sembilan personel tewas.
Pengakuan yang disampaikan melalui pidato Kim dan disiarkan oleh media pemerintah Korut, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada Sabtu (13/12) waktu setempat, mengonfirmasi laporan intelijen Barat dan Korea Selatan mengenai dukungan militer Pyongyang terhadap invasi Rusia ke Ukraina.
Kim menyebut, penugasan yang berlangsung selama 120 hari, dimulai sejak Agustus, merupakan keberhasilan besar. Pasukannya mampu "melakukan keajaiban dengan mengubah zona bahaya yang luas menjadi zona yang aman dan tenteram dalam waktu kurang dari tiga bulan."
Meskipun sukses, misi tersebut memakan korban jiwa. Kim mengumumkan duka atas gugurnya sembilan anggota resimen.
"Kalian semua, baik perwira maupun prajurit, telah menunjukkan kepahlawanan massal dengan mengatasi beban mental dan fisik yang tak terbayangkan hampir setiap hari," ujar Kim dalam upacara penyambutan di Pyongyang, Jumat.
Ia menganugerahkan penghargaan kenegaraan kepada para korban gugur, sambil menyebut "rasa sakit menunggu selama seratus dua puluh hari di mana ia tidak pernah melupakan putra-putra tercinta bahkan untuk sesaat pun."
Imbalan dan Konteks Geopolitik
Para analis mencatat bahwa pengiriman pasukan ini merupakan bagian integral dari aliansi strategis antara Korut dan Rusia. Moskow diyakini membalas dukungan militer ini dengan menyediakan bantuan finansial, teknologi militer, makanan, dan energi. Kompensasi ini vital bagi Korut untuk meredam dampak sanksi internasional yang selama ini menghantam program nuklir dan rudalnya.
Pengakuan terbuka ini menandai eskalasi baru dalam kedalaman hubungan Pyongyang-Moskow, memperkuat kemitraan yang semakin erat di panggung geopolitik global. (Moscow Times/B-3)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Sebanyak 70 hingga 120 warga sipil, termasuk 15 anak-anak, ditawan Ukraina di sebuah lembaga sosial di kota Sudzha.
Pasukan Ukraina mengalami kerugian yang signifikan.
Rusia dan Ukraina terus bertempur di wilayah Kursk, tempat Kyiv melancarkan serangan pada 5-6 Agustus, dan di Ukraina timur, tempat Moskow terus mengklaim kemajuan di berbagai front.
Panglima Tertinggi Ukraina Oleksandr Syrskyi mengklaim pasukannya telah maju sejauh 35 kilometer di wilayah Rusia, merebut 1.263 kilometer persegi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved