Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pengakuan Langka Pyongyang: Pasukan Korut Bersihkan Ranjau di Rusia, Sembilan Tentara Gugur

Haufan Hasyim  Salengke
13/12/2025 21:14
Pengakuan Langka Pyongyang: Pasukan Korut Bersihkan Ranjau di Rusia, Sembilan Tentara Gugur
Kim Jong Un mengumumkan Korea Utara kehilangan sembilan nyawa yang sangat menyayat hati selama penugasan 120 hari pembersihan ranjau di wilayah Rusia yang dimulai pada Agustus.(SCMP)

KOREA Utara (Korut) membuat pengakuan publik yang jarang terjadi mengenai keterlibatan militernya di luar negeri. Pyongyang secara terbuka dan eksplisit mengakui pengerahan pasukannya untuk menjalankan misi berbahaya di luar negeri, sebuah langkah yang sangat jarang dilakukan oleh rezim tertutup tersebut. 

Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un mengumumkan bahwa resimen teknik Korut telah menyelesaikan tugas pembersihan ranjau di wilayah Kursk, Rusia, dan dalam prosesnya, sembilan personel tewas.

Pengakuan yang disampaikan melalui pidato Kim dan disiarkan oleh media pemerintah Korut, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), pada Sabtu (13/12) waktu setempat, mengonfirmasi laporan intelijen Barat dan Korea Selatan mengenai dukungan militer Pyongyang terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Kim menyebut, penugasan yang berlangsung selama 120 hari, dimulai sejak Agustus, merupakan keberhasilan besar. Pasukannya mampu "melakukan keajaiban dengan mengubah zona bahaya yang luas menjadi zona yang aman dan tenteram dalam waktu kurang dari tiga bulan."

Meskipun sukses, misi tersebut memakan korban jiwa. Kim mengumumkan duka atas gugurnya sembilan anggota resimen.

"Kalian semua, baik perwira maupun prajurit, telah menunjukkan kepahlawanan massal dengan mengatasi beban mental dan fisik yang tak terbayangkan hampir setiap hari," ujar Kim dalam upacara penyambutan di Pyongyang, Jumat.

Ia menganugerahkan penghargaan kenegaraan kepada para korban gugur, sambil menyebut "rasa sakit menunggu selama seratus dua puluh hari di mana ia tidak pernah melupakan putra-putra tercinta bahkan untuk sesaat pun."

Imbalan dan Konteks Geopolitik

Para analis mencatat bahwa pengiriman pasukan ini merupakan bagian integral dari aliansi strategis antara Korut dan Rusia. Moskow diyakini membalas dukungan militer ini dengan menyediakan bantuan finansial, teknologi militer, makanan, dan energi. Kompensasi ini vital bagi Korut untuk meredam dampak sanksi internasional yang selama ini menghantam program nuklir dan rudalnya.

Pengakuan terbuka ini menandai eskalasi baru dalam kedalaman hubungan Pyongyang-Moskow, memperkuat kemitraan yang semakin erat di panggung geopolitik global. (Moscow Times/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik