Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Meksiko Naikkan Tarif hingga 50 Persen kepada Tiongkok dan Indonesia

Media Indonesia
11/12/2025 23:55
Meksiko Naikkan Tarif hingga 50 Persen kepada Tiongkok dan Indonesia
Ilustrasi.(Freepik)

BEIJING, Kamis (11/12), mendesak Meksiko untuk meninjau kembali rencana kenaikan tarif yang disetujui para legislator dan berdampak pada impor dari Tiongkok serta sejumlah negara Asia lain, termasuk Indonesia.

Senat Meksiko menyetujui rancangan undang-undang yang menaikkan tarif hingga 50% pada Rabu (10/12). Kebijakan yang mulai berlaku 1 Januari itu akan menyasar lebih dari 1.400 lini produk, termasuk mobil, suku cadang kendaraan, tekstil, pakaian, baja, plastik, alas kaki, dan peralatan rumah tangga.

"Kenaikan tarif tersebut akan berdampak pada negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko, seperti Tiongkok, Thailand, India, Korea Selatan, dan Indonesia.

Di tengah tekanan Amerika Serikat dan memanasnya hubungan dagang di antara kedua pihak, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa langkah itu diambil untuk mendukung produksi dalam negeri.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebut kenaikan tarif tersebut sebagai langkah sepihak dan proteksionis serta menyerukan Meksiko untuk mempertimbangkan ulang kebijakan itu. Beijing menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk penaikan tarif secara sepihak.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa Tiongkok memandang penting hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Meksiko. Dalam situasi internasional yang kompleks dan meningkatnya proteksionisme, Tiongkok berharap Meksiko dapat bekerja sama memperkuat komunikasi, mengelola perbedaan, dan menjaga stabilitas hubungan dagang.

Untuk melindungi kepentingan industri Tiongkok, pemerintah Beijing pada akhir September memulai penyelidikan hambatan perdagangan dan investasi terhadap Meksiko. Proses penyelidikan tersebut saat ini masih berlangsung.

Berdasarkan data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang bersumber dari PBB, impor Meksiko dari Tiongkok tahun lalu mencapai US$129,79 miliar (sekitar Rp2,1 kuadriliun). Ekspor Meksiko ke Tiongkok sebesar US$9,08 miliar (Rp151,3 triliun). Total volume perdagangan bilateral kedua negara sekitar US$138,87 miliar (sekitar Rp2,3 kudriliun).

Keputusan penaikan tarif itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 8 Desember mengancam akan memberlakukan tarif lima persen terhadap ekspor Meksiko melalui pernyataan di platform media sosialnya, Truth Social.

Trump menyinggung sengketa pembagian air berdasarkan perjanjian 1944 dan menuntut Meksiko mengalirkan 200.000 acre-feet air sebelum akhir tahun untuk mengatasi kekurangan pasokan di negara bagian Texas.

AS tetap menjadi mitra dagang utama Meksiko dengan nilai perdagangan tahunan mencapai US$334 miliar (sekitar Rp5.568 triliun). (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya