Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Bos Geng Narkoba Ekuador 'Lobo Menor' Ditangkap di Meksiko, Terkait Pembunuhan Capres

Thalatie K Yani
19/3/2026 07:00
Bos Geng Narkoba Ekuador 'Lobo Menor' Ditangkap di Meksiko, Terkait Pembunuhan Capres
Gembong Los Lobos, Ángel Esteban Aguilar Morales, ditangkap di Meksiko. Ia diduga terlibat pembunuhan Capres Ekuador Fernando Villavicencio pada 2023.(X/Omar H Garcia Harfuch)

PELARIAN Ángel Esteban Aguilar Morales, pemimpin salah satu geng perdagangan narkoba terbesar di Ekuador, akhirnya kandas. Pria yang lebih dikenal dengan alias "Lobo Menor" ini ditangkap di Kota Meksiko dalam sebuah operasi gabungan internasional pada Rabu (18/3/2026).

Menteri Dalam Negeri Ekuador, John Reimberg, mengonfirmasi Morales merupakan sosok yang diburu terkait pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio tahun 2023. Dalam upayanya mengecoh petugas, Morales diketahui menggunakan dokumen identitas palsu asal Kolombia.

Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfunch, menjelaskan bahwa Morales adalah subjek red notice Interpol. "Ia terkait erat dengan jaringan perdagangan narkoba, pemerasan, dan pembunuhan," tegas Harfunch.

Pukulan Telak bagi Kejahatan Transnasional

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, memberikan apresiasi tinggi atas penangkapan ini dan menjuluki Morales sebagai "salah satu pembunuh bayaran paling terkenal di dunia."

"Hasil ini merupakan pukulan signifikan terhadap kejahatan terorganisir transnasional dan mengonfirmasi efektivitas kerja sama trilateral antara Kolombia, Ekuador, dan Meksiko dalam memerangi jaringan kejahatan multi-negara," ujar Petro mengenai penangkapan tersebut.

Operasi penangkapan ini melibatkan koordinasi ketat antara Angkatan Laut Ekuador, petugas keamanan, serta petugas migrasi.

Kilas Balik Tragedi Villavicencio

Kasus yang menyeret nama Morales ini bermula pada Agustus 2023, ketika Fernando Villavicencio, seorang mantan jurnalis dan anggota majelis nasional, ditembak mati saat meninggalkan rapat umum kampanye di Quito. Setahun kemudian, lima orang yang berafiliasi dengan geng Los Lobos dijatuhi hukuman penjara atas pembunuhan tersebut.

Jaksa penuntut sebelumnya menuduh Carlos Angulo alias "The Invisible", pemimpin Los Lobos saat itu, memerintahkan pembunuhan tersebut dari dalam penjara di Quito, meski tuduhan itu dibantahnya.

Ancaman Global Los Lobos

Pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan Los Lobos sebagai Organisasi Teroris Asing sejak tahun lalu. Geng ini dituduh telah "meneror dan melakukan kekerasan brutal terhadap rakyat Ekuador" serta memiliki hubungan mendalam dengan kartel perkasa Meksiko, Jalisco New Generation.

Posisi geografis Ekuador yang terjepit di antara Kolombia dan Peru, dua produsen kokain terbesar di dunia, telah mengubah negara tersebut menjadi jalur transit utama. Diperkirakan sekitar 70% kokain yang diproduksi di wilayah tersebut diselundupkan melalui jalur Ekuador menuju pasar internasional.

Penangkapan "Lobo Menor" diharapkan dapat memutus rantai kekerasan dan distribusi narkoba yang telah lama melumpuhkan stabilitas di kawasan Amerika Latin. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik