Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ionic Mineral Technologies Temukan Cadangan Mineral Langka Signifikan di Utah AS

Wisnu Arto Subari
11/12/2025 22:36
Ionic Mineral Technologies Temukan Cadangan Mineral Langka Signifikan di Utah AS
Ilustrasi.(Freepik)

IONIC Mineral Technologies sedang menambang tanah liat di Utah, AS. Secara tak sengaja perusahaan menemukan cadangan mineral kritis yang setara dengan tambang emas.

Ionic MT menyewa lahan tersebut sebagai bagian dari bisnisnya yang memproduksi nanosilikon untuk baterai lithium-ion yang digunakan dalam kendaraan listrik. Namun, perusahaan tersebut mengatakan kepada WSJ Pro Sustainable Business bahwa yang mereka temukan ialah sejumlah mineral lain yang menurut mereka mungkin merupakan cadangan mineral kritis paling signifikan di AS.

Ionic MT mengatakan telah menemukan kadar tinggi dari 16 jenis mineral yang berbeda, mulai dari lithium hingga alumina, germanium, rubidium, cesium, vanadium, dan niobium di lokasi di Silicon Ridge, Utah.

Tiongkok mendominasi pasar mineral kritis dan memasok sekitar 90% dari logam tanah jarang dunia. Pemerintahan Trump memandang penambangan mineral langka di AS sebagai prioritas keamanan nasional. Mineral-mineral tersebut digunakan dalam segala hal, mulai dari semikonduktor untuk elektronik hingga pertahanan. 

Pemerintahan tersebut baru-baru ini mencapai kesepakatan dengan Australia untuk menginvestasikan lebih dari US$3 miliar secara gabungan dalam proyek-proyek tersebut.

Ionic MT menyatakan telah beberapa kali bertemu dengan pemerintahan Trump. Gedung Putih menyatakan antusiasme yang jelas tentang pekerjaan itu dan potensi dampaknya secara nasional.

Rubidium dan cesium, yang digunakan untuk jam atom, dapat ditemukan di lokasi Utah, bersama dengan scandium yang sangat penting untuk industri kedirgantaraan. Saat ini AS bergantung pada negara lain untuk mendapatkan rubidium, cesium, dan scandium.

Pengujian independen menunjukkan bahwa endapan Utah terdiri dari tanah liat adsorpsi ion yang mengandung halloysite. Pada dasarnya, ini berarti kaya mineral, jenis formasi geologi yang sama yang memasok sebagian besar produksi logam tanah jarang Tiongkok.

"Anda tidak dapat membuat kendaraan tanpa ini. Anda tidak dapat membuat jet tempur tanpa beberapa logam ini," kata Andre Zeitoun, pendiri dan CEO Ionic MT. Ia menambahkan bahwa mineral tersebut juga penting untuk cip semikonduktor yang mendukung kecerdasan buatan.

Sejauh ini perusahaan mengebor area seluas lebih dari 600 hectare hingga kedalaman 100 kaki, tetapi masih banyak yang perlu dieksplorasi. "Kami tahu ini deposit yang cukup besar dan kami tahu itu baru permulaan," kata Zeitoun.

Lahan di Utah tersebut sudah memiliki izin penambangan yang akan mempercepat produksi. Area tersebut diuntungkan karena sudah memiliki infrastruktur lengkap di lahan seluas 8.000 hectare. Perusahaan akan memproses mineral tersebut di fasilitas manufakturnya di dekat Provo, Utah.

"Ini distrik, bukan tambang," katanya, mengingat skala lokasi tersebut. "Banyak hal yang menghambat penambangan adalah akses ke jalan dan air, tetapi itu sudah tersedia di sini."

Mengenai cadangan tersebut, Ketua DPR Utah, Mike Schultz, seorang Republikan, mengatakan, "Energi dan keamanan nasional kita bergantung pada pasokan mineral penting yang andal dan Utah berada pada posisi unik untuk memimpin."

Barbara Arnold, seorang profesor praktik di bidang teknik pertambangan di Pennsylvania State University, mengatakan, "Ini kabar baik karena ditemukan endapan tanah liat yang dapat dipertukarkan ion dalam jumlah besar di AS."

"Sering kali, unsur-unsur tersebut terikat dalam matriks mineral tanah liat, sehingga ekstraksi menjadi lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak energi untuk penambangan dan pengolahan," katanya.

Di tengah upaya untuk memperkuat pasokan AS, Departemen Dalam Negeri baru-baru ini memperluas mineral penting di negara tersebut, termasuk tembaga dan uranium. 

"Kita memiliki aset di negara ini yang menjadi milik publik: lahan publik, mineral publik, di darat dan lepas pantai, dalam jumlah dan kelimpahan yang hampir tidak dapat dibayangkan oleh negara mana pun di dunia," kata Menteri Dalam Negeri Doug Burgum pada konferensi di Washington DC, pekan lalu.

Zeitoun mengatakan akan cukup mudah bagi perusahaan untuk mendapatkan mineral dari bumi. "Bayangkan seperti dasar danau yang mengering selama jutaan tahun," katanya. "Itu tanah liat yang sangat lunak, dan kita menambang dari permukaan." (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik