Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ukraina Serahkan Respons atas Proposal Perdamaian AS, Negosiasi dengan Rusia Makin Intens

Thalatie K Yani
11/12/2025 07:05
Ukraina Serahkan Respons atas Proposal Perdamaian AS, Negosiasi dengan Rusia Makin Intens
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky(Media Sosial X)

UKRAINA telah menyerahkan respons resmi terhadap proposal perdamaian terbaru yang dirancang Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Informasi ini disampaikan pejabat AS dan Ukraina kepada CNN, di tengah menguatnya upaya diplomatik dan dorongan Presiden AS Donald Trump untuk segera mengakhiri konflik tersebut.

Proses negosiasi yang sebelumnya berjalan lambat kini bergerak cepat dalam beberapa pekan terakhir. Trump menyatakan solusi untuk mengakhiri perang “bisa segera ditemukan,” dengan mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih “banyak orang mengatakan ini lebih dekat dari sebelumnya.”

Ia menambahkan telah “membahas Ukraina dengan kata-kata yang cukup tegas” bersama para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman. Menurutnya, para pemimpin Eropa itu bahkan mengusulkan agar Trump terbang ke Eropa akhir pekan ini untuk melakukan pertemuan bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

“Kami akan membuat keputusan tergantung pada apa yang mereka sampaikan,” ujar Trump. “Kami tidak ingin membuang waktu.”

Seorang diplomat Eropa menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai proses yang “bergerak cepat,” didorong tekanan dan ketidaksabaran dari Trump.

Percepatan diplomasi ini terjadi kurang dari sebulan setelah terungkapnya rancangan proposal perdamaian 28 poin yang disusun AS dan didukung Rusia. Setelah serangkaian konsultasi dengan Kyiv dan pertemuan di Moskow, dokumen itu dipangkas menjadi 20 poin agar lebih dapat diterima kedua pihak. Dokumen tersebut dinegosiasikan bersamaan dengan dua dokumen lain yang membahas jaminan keamanan serta pemulihan ekonomi. Zelensky mengatakan bahwa ia menggelar pertemuan terkait dokumen ekonomi pada Rabu.

Belum jelas perubahan apa yang disampaikan Kyiv dalam respons terbarunya. Namun, dua diplomat Eropa yang mengetahui isi rancangan 20 poin menyebut dokumen tersebut memuat proposal pembentukan zona demiliterisasi di sepanjang garis kontak.

Rancangan itu juga mencakup jaminan keamanan bagi Ukraina yang sejalan dengan Pasal 5 NATO, serta rencana agar Ukraina menjadi anggota Uni Eropa pada 2027. Bahasa yang sebelumnya melarang Ukraina bergabung dengan NATO telah dihapus, meski isu keanggotaan tersebut tidak disebutkan sama sekali.

Dokumen itu turut menyerukan penyelenggaraan pemilu di Ukraina. Isu yang sebelumnya disuarakan Trump dan Kremlin. Zelensky menyatakan dirinya terbuka menggelar pemilu dalam 60 hingga 90 hari jika keamanan dapat dijamin.

Meski demikian, rancangan tersebut juga memuat poin-poin dari dokumen 28 poin awal yang dinilai dapat menimbulkan kekhawatiran. Di antaranya adalah kemungkinan pengakuan resmi AS terhadap wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, yang akan menjadi perubahan besar dari kebijakan lama AS yang selalu menghormati integritas teritorial Ukraina.

Dokumen yang sama juga menetapkan batas jumlah personel militer Ukraina sebanyak 800.000. Angka yang sedikit lebih tinggi dari batas 600.000 pada rancangan sebelumnya, serta mencantumkan AS dan Rusia akan menentukan nasib aset Rusia yang dibekukan.

Para pejabat AS, Eropa, dan NATO mengakui bahwa negosiasi masih rapuh, dan isu seperti konsesi wilayah dapat menggagalkan proses perdamaian. Mereka juga menyebut belum ada tanda bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin benar-benar ingin mencapai kesepakatan.

“Jika ada cara untuk menjembatani perbedaan kedua pihak, kamilah satu-satunya yang bisa melakukannya, dan itulah yang kami upayakan,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan lalu. “Pada akhirnya, semua kembali pada mereka. Jika mereka memutuskan tidak ingin mengakhiri perang, maka perang itu akan terus berlanjut.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik