Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hampir Seribu Sekolah di Perbatasan Thailand-Kamboja Ditutup, Ujian Masuk Universitas Ditunda

Haufan Hasyim Salengke
10/12/2025 08:32
Hampir Seribu Sekolah di Perbatasan Thailand-Kamboja Ditutup, Ujian Masuk Universitas Ditunda
Sebuah bangunan yang diduga sebagai kasino di Kamboja yang diserang oleh jet tempur F-16 Thailand. Bangunan tersebut diduga digunakan sebagai pangkalan militer dan gudang senjata oleh militer Kamboja.(Facebook Army Military Force/Bangkok Post)

KETEGANGAN yang kembali memanas di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja telah memaksa Kementerian Pendidikan Thailand mengambil langkah darurat. Sebanyak 990 sekolah di kawasan perbatasan diperintahkan tutup sebagai langkah pencegahan menyusul bentrokan bersenjata yang kembali pecah.

Menteri Pendidikan Narumon Pinyosinwat pada Selasa (9/12) waktu setempat mengonfirmasi peningkatan drastis penutupan ini. Angka tersebut melambung dari sebelumnya sekitar 600 sekolah pada Senin menjadi nyaris seribu sekolah pada Selasa sore, berdasarkan data dari Kantor Komisi Pendidikan Dasar (Obec).

"Kami saat ini menunggu izin dari badan keamanan setempat sebelum mengizinkan kegiatan belajar mengajar kembali normal," ujar Narumon.

Kendati belum ada laporan kerusakan struktural pada fasilitas pendidikan, penutupan ini mencerminkan tingginya risiko keamanan yang dihadapi warga dan pelajar di kawasan tersebut.

Akses Pendidikan Darurat

Pemerintah Thailand dengan cepat mengaktifkan protokol darurat yang sebelumnya telah diinstruksikan oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul bulan lalu.

Sebagai respons terhadap situasi pengungsian, Obec telah menetapkan sejumlah sekolah yang berada di zona aman sebagai tempat penampungan sementara bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, upaya mendukung komunitas pengungsi diperkuat dengan pengalihan tim pendidikan vokasi. Tim yang semula ditempatkan di wilayah Selatan Thailand ini kini diterjunkan ke provinsi-provinsi perbatasan untuk mendirikan dapur umum dan memberikan bantuan langsung kepada keluarga yang mengungsi.

Setiap sekolah dilaporkan telah mengoperasikan platform digitalnya masing-masing. Obec juga secara khusus menyiapkan perangkat pembelajaran bagi anak-anak yang terpaksa tinggal di tempat penampungan sementara.

Ujian Universitas Terdampak

Dampak konflik perbatasan ini tidak hanya mengenai pendidikan dasar dan menengah. Sektor pendidikan tinggi turut terpengaruh.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Inovasi Surasak Phancharoenworakul mengumumkan bahwa ketegangan yang meningkat telah mendorong keputusan untuk menunda ujian masuk universitas (TGAT/TPAT 2–5). Penundaan ini berlaku di tujuh provinsi perbatasan, meliputi Trat, Chanthaburi, Sa Kaeo, Buri Ram, Surin, Si Sa Ket, dan Ubon Ratchathani.

Keputusan penundaan ujian ini diambil demi menjamin keamanan dan kesetaraan kesempatan bagi ribuan calon mahasiswa yang terancam terganggu konsentrasinya akibat kondisi darurat keamanan di wilayah mereka. (Bangkok Post/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik