Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPASITAS persenjataan nuklir Korea Utara diperkirakan jauh lebih besar dan berkembang lebih cepat dibandingkan yang selama ini diyakini banyak pihak. Penilaian terbaru peneliti pertahanan Korea Selatan menyebutkan lonjakan kemampuan tersebut berpotensi mengubah kalkulasi strategis di Semenanjung Korea dalam dua dekade mendatang. Dalam forum yang digelar Korea Institute for Defense Analyses (KIDA), Rabu (26/11), Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara mencapai 127 sampai 150 senjata.
Estimasi itu dihitung berdasarkan tingkat produksi bahan dan perluasan fasilitas yang teridentifikasi, lebih dari dua kali lipat angka yang kerap dikutip lembaga global lain yang menaksir sekitar 50 unit.
Lee memproyeksikan jumlah tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 200 hulu ledak pada 2030 dan melampaui 400 unit pada 2040 jika ekspansi pengayaan uranium dan produksi plutonium terus dilanjutkan.
“Korea Utara telah memperluas dan memodernisasi fasilitasnya untuk meningkatkan kemampuan memproduksi bahan nuklir,” kata Lee dikutip dari the Korea Herald.
Ia juga menegaskan bahwa perintah Kim Jong-un untuk meningkatkan produksi hulu ledak “secara eksponensial” mendorong perluasan kapasitas pengayaan yang berkelanjutan.
Analisis internal Lee menyebutkan Korea Utara mungkin telah memiliki 115 sampai 131 hulu ledak berbasis uranium dan 15 sampai 19 hulu ledak berbasis plutonium, menghasilkan total persenjataan jauh di atas asumsi sebelumnya.
Sementara itu, lembaga internasional seperti Congressional Research Service masih memperkirakan gudang senjata tersebut berada pada kisaran 50 unit, memperlihatkan betapa tertutupnya penilaian terkait program nuklir Pyongyang.
KIDA menyatakan percepatan produksi dipengaruhi infrastruktur pengayaan yang makin berkembang. Laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Agustus lalu mencatat keberadaan bangunan baru di Yongbyon yang diperkirakan dirancang untuk pengayaan uranium, memicu kekhawatiran meningkatnya kapasitas produksi.
Lee juga mengingatkan bahwa proyek kapal selam bertenaga nuklir Korea Utara yang dipublikasi pada tahun ini dinilai masih belum lengkap dalam aspek penting. Ia menegaskan bahwa reaktor, sistem tempur, tabung peluncuran, dan perangkat sonar kemungkinan belum terintegrasi secara penuh.
Lee menyebut bahwa mengembangkan reaktor nuklir kompak yang kompatibel untuk kapal selam dengan tingkat pengayaan 20 persen atau lebih diperkirakan memerlukan waktu sedikitnya satu dekade. Namun, ia menambahkan bahwa rentang waktu tersebut dapat berubah jika Rusia memberikan bantuan teknologi secara diam-diam.
Lee menyatakan ada “kemungkinan” Moskow menyediakan desain, material, komponen, atau pengetahuan teknis yang dibutuhkan untuk konstruksi kapal selam, sebuah kekhawatiran yang meningkat seiring penguatan kerja sama militer Korea Utara dan Rusia setelah pertemuan puncak September 2023.
Meski Korea Utara kian gencar menyampaikan retorika tentang kemampuan melakukan serangan balasan kedua terhadap Amerika Serikat, analis KIDA menilai kemampuan operasional negara itu masih jauh dari matang.
Sementara itu, peneliti KIDA, Jeon Gyeong-ju menegaskan bahwa Korea Utara memang berupaya membentuk kekuatan yang mampu menggelar konflik nuklir terbatas, namun sistem pendukungnya dinilai belum berkembang penuh.
“Secara lahiriah, Korea Utara telah merangkai tampilan seolah-olah memiliki kemampuan tersebut,” ujarnya.
“Namun perbaikan substansial dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk efektivitas militer yang nyata.”
Pemantauan satelit terbaru oleh situs Amerika Serikat 38 North menunjukkan sektor nuklir Korea Utara terus mengalami peningkatan sepanjang 2025.
Dalam laporan berdasarkan citra Oktober dan November, disebutkan adanya modernisasi dan perluasan area di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center, pusat produksi bahan fisil Korea Utara.
Kompleks pengayaan yang dicurigai di timur laut laboratorium radiokimia disebut menjadi lokasi paling aktif. Pekerjaan eksterior bangunan penunjang telah selesai, area sekitar dipaving, serta enam perangkat yang diduga penukar panas dipasang di bangunan utama, peralatan yang lazim digunakan untuk pendinginan sentrifugal.
Menurut 38 North, “aktivitas sepanjang 2025 mencerminkan arahan tersebut,” merujuk perintah Kim Jong-un Januari lalu untuk mempercepat produksi bahan berkadar senjata. Lembaga itu mencatat operasi stabil pada reaktor 5 megawatt dan uji prapengoperasian reaktor air ringan eksperimental sebagai bukti dorongan intensifikasi.
"Peningkatan ini semua berfungsi untuk membantu memenuhi seruan Kim atas pertumbuhan eksponensial atas persenjataan nuklirnya," tulis 38 North. (H-4)
KOREA Utara menembakkan sepuluh rudal balistik ke Laut Jepang, Sabtu (14/3). Tembakan rudal itu bersamaan saat Amerika Serikat serta Korea Selatan menggelar latihan militer gabungan.
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Korea Utara sukses melaksanakan uji coba rudal penjelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon. Kim Jong Un instruksikan percepatan pembangunan armada tempur.
Korea Utara mengecam latihan militer gabungan 'Freedom Shield' antara AS dan Korea Selatan. Kim Yo Jong tegaskan kesiapan serangan balasan yang mematikan.
Kim Jong Un nyatakan Korea Utara siap pasok rudal ke Iran dan klaim mampu lenyapkan Israel. Simak detail uji coba kapal perusak baru Choe Hyon dan kemajuan nuklirnya
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
Kim Jong-un terpilih kembali sebagai Sekjen Partai Buruh Korut dalam Kongres ke-9. Fokus pada penguatan senjata nuklir dan ketahanan nasional hadapi sanksi.
Korsel dan Rusia gelar pertemuan tertutup di Moskow bahas nuklir Korut dan kerja sama militer Pyongyang-Moskow demi stabilitas keamanan di Semenanjung Korea.
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
KEKHAWATIRAN terhadap keamanan kawasan meningkat setelah peneliti Korea Selatan memperingatkan percepatan program nuklir Korea Utara dan potensi dukungan teknologi militer Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved