Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ancaman Koalisi Nuklir Korea Utara dan Rusia Kian Menguat

Khoerun Nadif Rahmat
28/11/2025 11:07
Ancaman Koalisi Nuklir Korea Utara dan Rusia Kian Menguat
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat meresmikan tahap dua penyediaan 10.000 unit perumahan di Pyongyang(AFP PHOTO/KCNA VIA KNS)

KEKHAWATIRAN terhadap keamanan kawasan meningkat setelah peneliti Korea Selatan memperingatkan percepatan program nuklir Korea Utara dan potensi dukungan teknologi militer Rusia yang dinilai dapat mempercepat kemampuan strategis Pyongyang.

Dalam forum Korea Institute for Defense Analyses (KIDA), Rabu (26/11), Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan Korea Utara telah memiliki 127 sampai 150 senjata nuklir, jauh di atas estimasi sejumlah lembaga internasional sekitar 50 unit. Lee memproyeksikan jumlah itu bisa mencapai 200 hulu ledak pada 2030 dan melampaui 400 unit pada 2040.

“Korea Utara telah memperluas dan memodernisasi fasilitasnya untuk meningkatkan kemampuan memproduksi bahan nuklir,” kata Lee dikutip dari The Korea Herald. 

Ia menambahkan perintah Kim Jong-un untuk meningkatkan produksi hulu ledak “secara eksponensial” menjadi pendorong utama.

Ia juga memperingatkan potensi peningkatan kapasitas militer melalui kerja sama Rusia. Lee menyebut ada “kemungkinan” Moskow memasok desain, material, komponen, atau pengetahuan teknis untuk proyek kapal selam nuklir Pyongyang, terutama setelah pertemuan puncak Kim Jong-un–Vladimir Putin pada September 2023.

Namun analis KIDA mengingatkan kemampuan operasional Korea Utara masih jauh dari matang.
“Secara lahiriah, Korea Utara telah merangkai tampilan seolah-olah memiliki kemampuan tersebut,” kata peneliti KIDA, Jeon Gyeong-ju.

“Namun perbaikan substansial dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk efektivitas militer yang nyata.”

Laporan terbaru pemantauan satelit oleh 38 North juga menunjukkan modernisasi berkelanjutan di kompleks nuklir Yongbyon sepanjang 2025.

Menurut 38 North, “aktivitas sepanjang 2025 mencerminkan arahan tersebut,” dan “peningkatan ini semua berfungsi untuk membantu memenuhi seruan Kim atas pertumbuhan eksponensial atas persenjataan nuklirnya.” (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik