Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKHAWATIRAN terhadap keamanan kawasan meningkat setelah peneliti Korea Selatan memperingatkan percepatan program nuklir Korea Utara dan potensi dukungan teknologi militer Rusia yang dinilai dapat mempercepat kemampuan strategis Pyongyang.
Dalam forum Korea Institute for Defense Analyses (KIDA), Rabu (26/11), Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan Korea Utara telah memiliki 127 sampai 150 senjata nuklir, jauh di atas estimasi sejumlah lembaga internasional sekitar 50 unit. Lee memproyeksikan jumlah itu bisa mencapai 200 hulu ledak pada 2030 dan melampaui 400 unit pada 2040.
“Korea Utara telah memperluas dan memodernisasi fasilitasnya untuk meningkatkan kemampuan memproduksi bahan nuklir,” kata Lee dikutip dari The Korea Herald.
Ia menambahkan perintah Kim Jong-un untuk meningkatkan produksi hulu ledak “secara eksponensial” menjadi pendorong utama.
Ia juga memperingatkan potensi peningkatan kapasitas militer melalui kerja sama Rusia. Lee menyebut ada “kemungkinan” Moskow memasok desain, material, komponen, atau pengetahuan teknis untuk proyek kapal selam nuklir Pyongyang, terutama setelah pertemuan puncak Kim Jong-un–Vladimir Putin pada September 2023.
Namun analis KIDA mengingatkan kemampuan operasional Korea Utara masih jauh dari matang.
“Secara lahiriah, Korea Utara telah merangkai tampilan seolah-olah memiliki kemampuan tersebut,” kata peneliti KIDA, Jeon Gyeong-ju.
“Namun perbaikan substansial dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk efektivitas militer yang nyata.”
Laporan terbaru pemantauan satelit oleh 38 North juga menunjukkan modernisasi berkelanjutan di kompleks nuklir Yongbyon sepanjang 2025.
Menurut 38 North, “aktivitas sepanjang 2025 mencerminkan arahan tersebut,” dan “peningkatan ini semua berfungsi untuk membantu memenuhi seruan Kim atas pertumbuhan eksponensial atas persenjataan nuklirnya.” (H-4)
Mengenal Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang kini menjabat posisi strategis di Administrasi Rudal. Benarkah ia calon tunggal penguasa Korea Utara?
PUTRI Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan akan memimpin lembaga yang dikenal sebagai Administrasi Rudal, badan yang mengawasi kekuatan nuklir Pyongyang. Putri Kim Ju Ae
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
Kim Yo-Jong, adik Kim Jong-Un, resmi dipromosikan menjadi Direktur Departemen Partai Buruh Korea Utara. Kenaikan jabatan ini memperkuat pengaruhnya dalam politik Pyongyang.
Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, resmi dipromosikan ke posisi puncak dalam Kongres Partai Buruh.
Kim Jong-un terpilih kembali sebagai Sekjen Partai Buruh Korut dalam Kongres ke-9. Fokus pada penguatan senjata nuklir dan ketahanan nasional hadapi sanksi.
Kim Jong-un terpilih kembali sebagai Sekjen Partai Buruh Korut dalam Kongres ke-9. Fokus pada penguatan senjata nuklir dan ketahanan nasional hadapi sanksi.
Korsel dan Rusia gelar pertemuan tertutup di Moskow bahas nuklir Korut dan kerja sama militer Pyongyang-Moskow demi stabilitas keamanan di Semenanjung Korea.
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved