Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN besar berkategori terjadi di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong menyebabkan total 13 orang meninggal dunia dan 15 lainnya mengalami luka-luka, Rabu (26/11).
Departemen Pemadam Kebakaran Hong Kong melaporkan bahwa 9 orang meninggal di lokasi, sementara 4 lainnya wafat setelah dilarikan ke rumah sakit. Di antara korban tewas terdapat seorang petugas pemadam kebakaran.
Sementara itu, dari 15 korban luka, 6 orang dalam kondisi serius. Selain itu, seorang komandan regu pemadam mengalami cedera pada kaki kiri, sedangkan satu petugas lainnya mengalami kelelahan akibat panas dan masih dalam perawatan.
Wakil Direktur Dinas Pemadam Kebakaran (Operasi) Chan Hing-yong menjelaskan bahwa dua hingga tiga gedung berada dalam kondisi sangat kritis, dan masih terdapat laporan warga yang meminta pertolongan dari lantai atas.
Namun, suhu yang sangat tinggi membuat tim pemadam kesulitan mencapai lokasi para korban. Untuk gedung yang tidak terbakar, petugas juga dikerahkan ke atap untuk melakukan pendinginan dengan teknik “boil water protection” dan penyiraman air ke sisi bangunan.
Menurut Chan hing-yong, operasi pemadaman dan penyelamatan melibatkan 8 selang pemadam, 7 truk tangga baja, 22 tim pencari korban, 128 kendaraan pemadam kebakaran, dan 57 ambulans.
"Kami menyerahkan total 767 personel pemadam dan medis," ungkapnya.
Saat petugas tiba, area kebakaran telah mencapai 27 meter × 21 meter, dan perancah bangunan sudah dalam kondisi terbakar sebelum menjalar ke unit-unit hunian.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat setelah perancah di dinding luar bangunan terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal.
Pada tahap awal, petugas menggunakan dua selang dan dua tim penembus asap untuk memadamkan api, namun banyak penghuni terjebak di unit masing-masing dan meminta bantuan.
10 menit kemudian, status kebakaran dinaikkan ke Level 3. Pukul 15.34, kebakaran meningkat menjadi Level 4, disertai penyebaran api ke bangunan sekitar dan terdengarnya beberapa ledakan.
Pukul 06.22 pagi, status kebakaran kembali dinaikkan menjadi Level 5, menandakan tingkat darurat tertinggi. Sekitar pukul 17.00, beberapa bangunan di Wang Fuk Court terus dilalap api, dengan banyak unit yang terbakar dan pagar perancah ikut hangus.
Tepat pukul 06.35 pagi waktu setempat, kobaran api kembali membesar disertai beberapa ledakan, dan lidah api terlihat menyembur ke udara. (Z-4)
Sumber: news.mingpao
Hingga pukul 15.00 pada Kamis, pihak berwenang melaporkan setidaknya 55 orang tewas, termasuk dua pekerja rumah tangga (PRT) Indonesia, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun
Otoritas Hong Kong memerintahkan pelepasan jaring scaffolding setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan 159 orang.
PEMIMPIN Hong Kong, John Lee, Selasa (2/12), mengumumkan pembentukan komite independen yang dipimpin hakim untuk menyelidiki penyebab tragedi kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court.
Pemerintah Hong Kong berjanji mengusut tuntas dugaan penggunaan material tidak standar dan menindak pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.
Sedikitnya 146 orang tewas dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Hong Kong. Lebih dari 150 orang masih hilang, dan penyelidikan korupsi terkait renovasi gedung berlanjut.
Hong Kong, Sabtu (29/11), memberlakukan masa berkabung selama tiga hari menyusul kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan 128 orang.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat setelah perancah di dinding luar bangunan terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved