Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CHIEF Executive Hong Kong, John Lee, menyampaikan dalam sebuah unggahan di media sosial pada Kamis bahwa ia telah memimpin rapat antardepartemen untuk mengoordinasikan respons pemerintah terhadap kebakaran besar di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di Tai Po. Kebakaran yang terjadi pada Rabu sore itu kini menjadi insiden kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Hingga pukul 15.00 pada Kamis, pihak berwenang melaporkan dalam kebakaran Hong Kong ini setidaknya 55 orang tewas, termasuk dua pekerja rumah tangga (PRT) Indonesia, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun yang gugur saat bertugas dan 279 orang hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, dengan lebih dari 200 orang dikhawatirkan hilang menurut perkiraan awal.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, (27/11) Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong menyatakan bahwa dua WNI tewas dalam kebakaran Wang Fuk Court di Tai Po dan dua lainnya luka-luka. Keempat korban adalah PRT, demikian pernyataan tersebut.
“Keselamatan dan kesejahteraan warga negara kami tetap menjadi prioritas utama kami,” katanya dikutip dari hongkongfp.
“Konsulat Jenderal terus berkoordinasi erat dengan Kepolisian Hong Kong (HKPF) dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memberikan dukungan kepada warga negara kami yang terdampak kebakaran,” tambahnya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengonfirmasi kematian dan luka-luka tersebut dalam sebuah pernyataan kepada media Indonesia.
Tujuh dari delapan blok hunian bertingkat tinggi di Wang Fuk Court dilalap api. Kompleks perumahan yang dihuni sekitar 4.000 orang itu sedang menjalani perbaikan besar sejak pertengahan 2024. Seluruh gedung ditutupi perancah bambu dan jaring konstruksi berwarna hijau ketika kebakaran terjadi.
“Pemerintah segera mengatur inspeksi terhadap seluruh kompleks perumahan di Hong Kong yang sedang menjalani perbaikan besar, untuk memeriksa keamanan perancah dan material bangunan,” tulis Lee dalam unggahan Facebook berbahasa Mandarin.
Polisi menangkap tiga pria berusia 52 hingga 68 tahun pada Kamis dini hari atas dugaan pembunuhan tidak berencana. Mereka dilaporkan merupakan seorang konsultan teknik dan dua direktur perusahaan konstruksi.
Dalam konferensi pers pada pukul 06.00, Senior Superintendent Eileen Chung menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran mencurigai bahwa jaring, kanvas, serta lapisan plastik pada bangunan tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Chung menambahkan bahwa polisi menemukan papan Styrofoam dipasang di luar jendela lobi lift di setiap lantai gedung satu-satunya yang tidak terkena dampak kebakaran.
“Semua orang tahu bahwa Styrofoam adalah bahan mudah terbakar dan dapat mempercepat penyebaran api,” ujar Chung. “Diduga material tersebut menjadi salah satu penyebab api menyebar dengan cepat.”
Investigasi awal menunjukkan bahwa papan Styrofoam tersebut dipasang oleh perusahaan konstruksi selama pekerjaan perbaikan. Polisi percaya para direktur perusahaan terlibat dalam kelalaian serius yang menyebabkan kebakaran dan cepatnya api menjalar.
Pada Kamis pagi, polisi menggerebek kantor perusahaan tersebut di San Po Kong dan menyita dokumen berlabel nama berbagai kompleks perumahan di seluruh Hong Kong.
Media HK01 melaporkan bahwa ketua korporasi penghuni Wang Fuk Court mengatakan papan Styrofoam dipasang di luar jendela semua unit selama perbaikan. Material tersebut dipasang untuk mencegah serpihan bangunan memecahkan kaca saat pekerjaan berlangsung.
Namun, ketua korporasi penghuni menyatakan belum pernah melihat bukti uji keselamatan kebakaran untuk material Styrofoam tersebut. Perusahaan konstruksi sebelumnya mengklaim bahwa jaring perancah sudah diuji dan memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Dalam konferensi pers pada Kamis dini hari, John Lee menegaskan bahwa penyelidikan komprehensif akan dilakukan setelah api benar-benar padam dan operasi penyelamatan selesai.
Ia menyebutkan bahwa sebuah komite independen di bawah Biro Perumahan akan mengumpulkan sampel material bangunan dari Wang Fuk Court untuk keperluan investigasi. Pemerintah juga akan merujuk kasus tersebut ke Pengadilan Koroner untuk dilakukan pemeriksaan resmi. (Z-4)
Sumber: hongkongfp
Otoritas Hong Kong memerintahkan pelepasan jaring scaffolding setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan 159 orang.
Pemerintah Hong Kong berjanji mengusut tuntas dugaan penggunaan material tidak standar dan menindak pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.
Sedikitnya 146 orang tewas dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Hong Kong. Lebih dari 150 orang masih hilang, dan penyelidikan korupsi terkait renovasi gedung berlanjut.
KJRI di Hong Kong membentuk tim koordinasi keluarga untuk membantu pemulangan jenazah WNI korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Tai Po pekan ini.
KJRI Hong Kong mengonfirmasi tujuh WNI tewas dalam kebakaran Wang Fuk Court. Sebanyak 79 PMI masih dicari, proses identifikasi jenazah terus berlangsung, dan 11 tersangka ditahan
Hong Kong, Sabtu (29/11), memberlakukan masa berkabung selama tiga hari menyusul kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan 128 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved