Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Indonesia-Hong Kong Perkuat Ekosistem Kripto Regional

Wisnu Arto Subari
25/11/2025 13:44
Indonesia-Hong Kong Perkuat Ekosistem Kripto Regional
Ilustrasi.(Freepik)

PLATFORM perdagangan kripto di Indonesia, Indodax, mengandeng HashKey Exchange selaku bursa aset digital berlisensi dan teregulasi oleh Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong. Kedua perusahaan berupaya memperkuat infrastruktur demi meningkatkan kecepatan, perlindungan, dan mendorong inovasi aset digital di ekosistem Asia Tenggara.

CEO Indodax William Sutanto berpendapat bahwa ini merupakan momentum tepat untuk memperluas kerja sama regional demi memperkuat ekosistem kripto di Indonesia. "Kami punya visi yang sama untuk membangun exchange yang patuh regulasi, aman, dan mengutamakan perlindungan pengguna," ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Indodax dan HashKey akan fokus pada penguatan likuiditas dan peningkatan infrastruktur perdagangan. Kolaborasi ini juga membuka peluang besar untuk pengembangan di sektor Real-World Assets (RWA). 

Pada tahap awal, kedua pihak akan fokus pada integrasi teknis, pertukaran pengetahuan antartim, dan pemetaan regulasi untuk memastikan seluruh inisiatif berjalan sesuai ketentuan di masing-masing wilayah. Wiliam menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperluas akses teknologi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kehadiran Indonesia dalam lanskap kripto di Asia Tenggara.

Hal serupa ditegaskan CEO HashKey Exchange BG, Haiyang Ru, bahwa kerja sama dengan itu merupakan langkah penting dalam memperkuat posisinya di Asia Tenggara. Ia menilai Indonesia sebagai pasar strategis yang didukung oleh jumlah pengguna kripto yang besar dan kerangka regulasi yang terus berkembang.

HashKey Exchange merupakan bursa aset digital terkemuka dengan lisensi yang ketat. Kerja sama ini menjamin bahwa Indodax bermitra dengan platform yang menjunjung tinggi standar kepatuhan dan keamanan global. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya