Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

World Angklung Day 2025, Harmoni Budaya Indonesia di 2 Kota Amerika Serikat

Cahya Mulyana
20/11/2025 15:56
World Angklung Day 2025, Harmoni Budaya Indonesia di 2 Kota Amerika Serikat
Antusias prnonton ikut mengibarkan bendera merah putih ketika membawakan lagu Kebyar-Kebyar di akhir acara di Millbrae, CA, Amerika Serikat.(dok.Istimewa)

PERAYAAN World Angklung Day (WAD) 2025 sukses digelar di dua kota Amerika Serikat—Millbrae, California, dan Chicago, Illinois—sebagai penanda 15 tahun pengakuan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Acara tahun ini menghadirkan perpaduan seni, diplomasi budaya, dan inovasi digital yang dirancang oleh komunitas diaspora Indonesia melalui organisasi nirlaba Indonesia Lighthouse.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Kamis (20/11), perhelatan utama berlangsung pada 15 November 2025 di Mills Theater, Millbrae, diproduksi oleh Indonesia Lighthouse bekerja sama dengan KJRI San Francisco serta komunitas Indonesia di Amerika Serikat. Indonesia Lighthouse ingin menghadirkan World Angklung Day bukan sebagai konser, tetapi ruang perjumpaan budaya yang menyatukan masyarakat internasional melalui musik dan interaksi publik. Hal ini tercermin dalam kurasi penampil dan berbagai aktivitas berbasis pengalaman di area lobi.

Pertunjukan dibuka Angklung Cendrawasih, salah satu grup tertua di California, dengan komposisi bernuansa klasik. Penampilan berikutnya diisi oleh Angklung GKI San Jose, Sanggar Tari Nusantara San Francisco, KCBI San Francisco, serta kolaborasi bersama Manshur Angklung dan maestro kendang Undang Sumarna, yang menghidupkan suasana dengan perpaduan musik, vokal, dan tari. Ratusan penonton dari korps diplomatik, pegiat budaya, komunitas lokal, serta diaspora Indonesia memenuhi auditorium.

Dalam rangka memperluas pengalaman budaya, Indonesia Lighthouse menyiapkan area “Connect–Explore–Experience” yang menghadirkan promosi pariwisata Indonesia, sesi kecantikan, kuliner Nusantara, dan area foto bertema budaya. Kegiatan ini didukung pendanaan dari ParagonCorp, BCA, AICEF, KBRI Washington D.C., serta kontribusi filantropis Ari Sufiati. Dukungan tambahan datang dari LinxBrain, Komite Nasional Indonesia dan PTRI untuk UNESCO, serta Direktorat Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.

Inovasi “Angklung Digital” Jadi Sorotan

Momen puncak malam itu adalah segmen “Bring Angklung to the Next Level” oleh Manshur Angklung, menampilkan aransemen yang memadukan idiom tradisi dengan musik populer. Pada saat yang sama, Indonesia Lighthouse memperkenalkan prototipe aplikasi angklung berbasis web sebagai bagian dari inisiatif “angklung digital”.

Inovasi tersebut mencapai titik penting dengan peluncuran aplikasi AI (Angklung Indonesia) Note oleh Utara by GITS.id, yang memungkinkan ratusan penonton memainkan angklung secara imersif melalui gawai masing-masing secara serempak. Seluruh auditorium Mills Theater bergema oleh perpaduan suara angklung bambu dan angklung digital. “Hari ini kita menyaksikan bagaimana teknologi tidak menggantikan tradisi, tetapi memperpanjang umurnya,” ujar Ari Sufiati, Co-Founder Indonesia Lighthouse. Ia menekankan bahwa inovasi digital membuka akses global bagi siapa pun untuk belajar dan memainkan angklung.

Millbrae Tetapkan November sebagai Bulan Angklung Dunia

Salah satu pencapaian penting dalam WAD 2025 adalah keputusan Wali Kota Millbrae, Anders Fung, yang secara resmi menetapkan November sebagai Bulan Angklung Dunia. Langkah ini merupakan bentuk penghargaan terhadap seni-budaya Indonesia dan kontribusi diaspora Indonesia di Bay Area. Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting diplomasi budaya akar rumput yang dikembangkan Indonesia Lighthouse bersama KJRI San Francisco.

Angklung Bergema di Field Museum, Chicago

Perayaan WAD 2025 berlanjut ke Field Museum, Chicago, pada 16 November 2025, melalui kolaborasi Indonesia Lighthouse, KJRI Chicago, dan Field Museum. Acara ini memperluas jangkauan diplomasi budaya Indonesia ke kawasan Midwest, menghadirkan angklung di salah satu museum paling bergengsi di dunia.

Dalam sesi tersebut, Manshur Angklung menjadi penampil utama. Lagu “We Are the Champions” ditata ulang dengan aransemen angklung yang kuat, disusul “Tabola Bale” yang memadukan ritme dinamis dan eksplorasi bunyi bambu. Menjelang penutupan, Manshur mengajak pengunjung bermain angklung bersama melalui lagu “Can’t Help Falling in Love”. Banyak keluarga dan pengunjung anak-anak ikut memegang angklung dan berpartisipasi dalam membuat harmoni bersama.

Sinergi Diplomatik dan Komunitas

Dalam rangkaian acara ini, Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, serta para Konsul Jenderal RI di San Francisco dan Chicago menyampaikan dukungan penuh. Mereka menegaskan bahwa angklung merupakan simbol keberagaman dan kebersamaan Indonesia yang relevan dengan nilai multikulturalisme Amerika Serikat. Indonesia Lighthouse memandang sinergi diplomatik, pemerintah lokal, museum, komunitas diaspora, dan mitra swasta sebagai model kolaborasi budaya yang berkelanjutan.

Bagi Indonesia Lighthouse, rangkaian WAD 2025 merupakan langkah strategis membangun jembatan budaya Indonesia–AS melalui konser, lokakarya, program edukasi, dan inisiatif digital. Organisasi ini berkomitmen memperluas akses publik terhadap seni-budaya Indonesia, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghadirkan platform pembelajaran dan kepemimpinan bagi generasi muda Indonesia dan diaspora.

Rangkaian World Angklung Day 2025 menegaskan bahwa satu instrumen bambu dapat menjadi pintu dialog budaya, inovasi teknologi, dan jejaring global—dari Millbrae hingga Chicago, dan menuju kota-kota lain di masa depan. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya