Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia tengah menyusun Grand Strategy Peningkatan Peran Diaspora Indonesia, atau Rencana Induk Strategis, yang ditujukan untuk memperkuat kontribusi warga negara Indonesia di luar negeri terhadap pembangunan nasional.
Strategi besar ini nantinya akan menjadi bagian dari program prioritas nasional yang berfokus pada peningkatan peran aktif diaspora dalam berbagai sektor.
“Tujuan utamanya (Grand Strategy) adalah sebagai panduan strategis untuk mengoptimalkan potensi diaspora Indonesia,” kata Direktur Urusan Diaspora Kemenlu RI, Devdy Risa, dalam Simposium Diaspora Indonesia yang digelar oleh Indonesia Diaspora Network (IDN) Global dan disiarkan secara daring dari Jakarta, Minggu (2/11).
Devdy menjelaskan bahwa Grand Strategy ini memiliki sejumlah sasaran utama, antara lain mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi diaspora di berbagai bidang, serta menganalisis kebutuhan dan peluang strategis yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan nasional.
Tujuan lain dari strategi ini mencakup penyusunan visi, misi, dan pilar strategis penguatan diaspora Indonesia. Selain itu, dokumen ini juga akan memuat model tata kelola, rekomendasi kebijakan, serta peta jalan implementasi yang dibagi dalam rencana jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Memang masih kita susun Grand Strategy ini, mudah-mudahan di akhir Desember sudah bisa kita finalisasikan,” ujar Devdy. Ia menambahkan, Kemenlu juga membuka kesempatan bagi para diaspora untuk memberikan masukan demi penyempurnaan rancangan tersebut.
Lebih lanjut, Devdy menyampaikan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewarganegaraan ditargetkan selesai dan disahkan DPR pada 2026. Setelah itu, Kemenlu akan menyiapkan peraturan turunan agar ketentuan dalam undang-undang tersebut bisa diterapkan secara menyeluruh.
Selain itu, pada 2026 Kemenlu berencana meluncurkan platform Satu Data Diaspora, yang bertujuan mengintegrasikan seluruh data diaspora Indonesia yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.
Kemenlu juga menargetkan pembentukan badan nasional diaspora pada 2029. Lembaga ini diharapkan menjadi institusi utama yang menangani isu-isu diaspora sekaligus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik bagi diaspora Indonesia di seluruh dunia.
Kegiatan Simposium Diaspora Indonesia bertajuk Kontribusi Diaspora: Kemarin, Hari Ini, dan Esok berlangsung pada 1–2 November 2025 dalam rangka memperingati ulang tahun ke-12 Indonesia Diaspora Network (IDN) Global. Acara ini menghadirkan sejumlah pejabat Kemenlu RI serta para tokoh diaspora Indonesia dari berbagai negara. (Ant/I-3)
Perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan menjadi suntikan semangat bagi dirinya dan rekan-rekan sesama mahasiswa.
Ketiga pemain tersebut akan dinilai berdasarkan kemampuan mereka selama sesi latihan.
Warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), di Ibu Kota berkumpul di Wisma NTB di Menteng, Jakarta Pusat, menggelar kegiatan untuk melawan ancaman peredaran narkotika.
Terdapat sekitar 30 warga Indonesia di Taiwan yang terdiri dari pekerja migran Indonesia dan mereka yang menempuh pendidikan lanjut yang menikmati layanan ini.
Nama mahasiswi Indonesia di Amerika Serikat, Glory Lamria, menjadi sorotan setelah wawancaranya di sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke New York viral di media sosial.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde disebut terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan secara berkala.
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS memicu krisis geopolitik. DPR RI menegaskan keselamatan WNI di Venezuela harus jadi prioritas utama.
Kemenlu RI belum menerima informasi resmi yang mengonfirmasi adanya WNI yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved