Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPAL pertama dari armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla resmi berangkat dari Pelabuhan Bizerte, Tunisia, menuju Gaza. Informasi itu disampaikan langsung penyelenggara melalui platform X, Sabtu (13/9), disertai tayangan video keberangkatan kapal.
“Kapal pertama Flotila Global Sumud berangkat dari Tunisia, menuju Gaza,” tulis penyelenggara dalam pernyataannya dikutip dari TRT World.
Momen keberangkatan tersebut disaksikan aktivis dan jurnalis yang hadir di lokasi. Armada itu bertujuan menantang blokade Israel sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang terkepung.
Rangkaian kapal itu disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah upaya solidaritas untuk Palestina. Sekitar 50 kapal terlibat, membawa 500 hingga 700 aktivis dari lebih 45 negara.
Mereka terdiri atas seniman, anggota parlemen, hingga tokoh politik terkemuka. Sebelumnya, upaya serupa biasanya hanya melibatkan satu kapal yang kerap dihadang Israel di tengah laut.
Menurut penyelenggara, tujuan utama pelayaran adalah menembus blokade Israel serta membuka koridor kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan ke Gaza. Wilayah tersebut saat ini menghadapi kelaparan akibat blokade berkepanjangan terhadap distribusi bantuan.
Sejak melancarkan agresi militer pada Oktober 2023, tentara Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 64.800 warga Palestina.
November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait serangan brutalnya terhadap Jalur Gaza.
Delegasi Indonesia Mundur
Sementara itu, delegasi Indonesia yang menamakan diri Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) menarik diri dari aksi Global Sumud Flotilla 2025 karena masalah teknis.
"Sebagian delegasi Indonesia sudah kembali ke Tanah Air, namun sebagian lainnya masih bersiaga di Tunisia untuk terus mengawal misi Global Sumut Flotilla atas nama Indonesia Global Peace Convoy (IGPC)," ujar Ketua Koordinator IGPC Muhammad Husein dalam unggahannya di akun Instagram @mhuseingazaofficial. (M-1)
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
ISRAEL menutup seluruh penyeberangan di Tepi Barat dan Gaza mulai Minggu (1/3) hingga waktu yang belum ditentukan, menyusul operasi militer gabungan dengan AS terhadap Iran.
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pemerintah Indonesia memfinalisasi teknis pengerahan pasukan ke Gaza melalui ISF. Kelompok pertama diperkirakan berangkat awal April.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Raja Yordania Abdullah II menyopiri Presiden Prabowo dari Istana Basman ke Lanud Marka, diiringi atraksi flypast F16, usai pertemuan bilateral yang membahas isu Palestina di Amman, Yordania.
DUA kapal asal Yunani berangkat dari pelabuhan di Pulau Syros pada Minggu (14/9) untuk bergabung dengan Armada Sumud Global menuju Gaza.
AKTIVIS pro-Palestina yang berkumpul dengan tujuan mematahkan blokade Israel terhadap Gaza mundur ke Misrata di Libia barat setelah diblokade oleh pihak berwenang di wilayah timur negara itu.
GREAT Institute berharap Presiden Prabowo segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melonggarkan blokade Israel di Gaza dan membebaskan Greta dkk.
KAPAL Madleen, yang diinisiasi Freedom Flotilla Coalition (FFC), tengah menempuh perjalanan menuju Jalur Gaza.
Kapal layar Madleen, yang dioperasikan oleh kelompok aktivis Freedom Flotilla Coalition, berangkat dari pelabuhan Catania, Sisilia, di Italia selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved