Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, berpendapat sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia perlu mengambil sikap yang jelas dan tegas atas perang Iran-Israel.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendukung perlucutan senjata nuklir dengan mendorong semua negara Timur Tengah untuk menjadi anggota Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan tunduk pada aturan rezim nuklir internasional.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap keamanan global dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Selain itu, Indonesia juga dapat memperkuat perannya melalui jalur kemanusiaan, seperti inisiatif bantuan kemanusiaan atau mediasi dalam forum internasional non-blok.
“Indonesia harus mengutuk serangan Israel dan mendorong penyelesaian diplomatik,” ujar Muhadi.
Di tingkat domestik, respon publik Indonesia terhadap konflik ini mulai terlihat, terutama di media sosial dan ruang-ruang diskusi publik. Muhadi beranggapan sentimen pro-Palestina tetap dominan di masyarakat tetapi belum berkembang menjadi sikap politik yang terstruktur.
Menurutnya, pemerintah perlu mencermati opini publik agar bisa merespons dengan kebijakan luar negeri yang sejalan dengan aspirasi rakyat. “Apakah respons tersebut akan menciptakan dinamika sosial dan politik yang signifikan, saat ini belum bisa dipastikan,” kata Muhadi.
Di tengah kompleksitas global ini, Muhadi menilai langkah konkret Indonesia adalah memperkuat jalur diplomatik dan humaniter. Selain mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan, Indonesia juga dapat mengambil inisiatif untuk membangun koalisi negara-negara yang mendorong de-eskalasi.
Indonesia bisa memainkan peran penting untuk memastikan kawasan tetap netral dan tidak terseret dalam polarisasi geopolitik global.
“Indonesia perlu menjadi suara moderat yang aktif mendorong perdamaian, sekaligus memperjuangkan perlucutan senjata nuklir yang adil dan konsisten,” pungkasnya.
Awal mula serangan Israel terhadap Iran yang belakangan terjadi bukan semata aksi sepihak, tetapi mencerminkan usaha sistematis untuk menghancurkan kemampuan nuklir Iran dengan menyerang fasilitas, ilmuwan, dan pejabat militernya.
Laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) 2024 menyebut bahwa Iran memperkaya uranium hingga 60%, melebihi batas ketentuan. Namun, sampai saat ini, belum ada bukti yang menyatakan bahwa Iran secara aktif memproduksi senjata nuklir.
“Serangan Israel dilakukan dengan dalih Iran melanggar Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), namun ini ironi karena Israel sendiri tidak menandatangani NPT dan tidak tunduk pada rezim nuklir internasional,” jelasnya.
Eskalasi ini telah berubah menjadi konflik terbuka, meskipun belum ada deklarasi perang resmi dari kedua belah pihak. Sikap permusuhan dan saling serang yang terjadi sudah memenuhi kriteria untuk menuju perang terbuka.
Muhadi menggarisbawahi bahwa keterlibatan militer secara langsung, bahkan tanpa pengakuan formal, tetap menunjukkan bahwa dinamika konflik telah menembus ambang batas normal diplomasi. Serangan langsung, baik lewat rudal, drone, maupun serangan siber, menjadi bukti bahwa ini bukan sekadar retorika politik.
“Ketidakhadiran mekanisme de-eskalasi yang efektif membuat risiko konflik terus membesar,” tutup dia. (H-3)
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved