Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN keamanan bentrok dengan para pengunjuk rasa di Los Angeles, Minggu (8/6), ketika pasukan Garda Nasional yang dikerahkan Presiden Donald Trump menyebar di seluruh kota pada hari ketiga unjuk rasa ricuh terkait penggerebekan imigrasi federal.
Trump, yang menjadikan penindakan terhadap migrasi ilegal sebagai agenda utama masa jabatan keduanya, bersumpah bahwa pengerahan pasukan akan memastikan "hukum dan ketertiban yang sangat kuat", sambil membuka kemungkinan pengerahan tentara di kota-kota lain.
Militer AS menyatakan 300 personel Garda dari Brigade Tempur Infanteri ke-79 telah dikirim ke tiga lokasi berbeda di wilayah Los Angeles Raya. Mereka "melakukan pengamanan serta perlindungan terhadap properti dan personel federal."
Pasukan berseragam kamuflase, mengenakan helm, dan membawa senjata ditempatkan di pusat tahanan federal di pusat kota Los Angeles, bergabung dengan pasukan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Semprotan merica dan gas air mata ditembakkan ke arah kerumunan kecil, saat pasukan memundurkan pengunjuk rasa untuk membuka jalan bagi konvoi kendaraan yang hendak memasuki pusat tahanan.
Polisi kemudian memukul mundur para demonstran dari barikade federal dengan menggunakan tongkat pemukul, granat kejut, dan gas air mata saat mereka berusaha membubarkan kerumunan, beberapa di antaranya masuk ke jalan bebas hambatan utama dan menghentikan arus lalu lintas.
Saat ditanya tentang penggunaan pasukan, Trump memberi sinyal akan ada pengerahan yang lebih luas di bagian lain negeri.
“Ada orang-orang yang melakukan kekerasan, dan kami tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja,” katanya kepada wartawan. “Saya pikir Anda akan melihat penegakan hukum dan ketertiban yang sangat kuat.”
Saat menjawab pertanyaan tentang kemungkinan menerapkan Insurrection Act — undang-undang yang memungkinkan militer digunakan sebagai pasukan polisi domestik — Trump berkata: “Kami mempertimbangkan pengerahan pasukan di mana-mana. Kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi pada negara kita.”
Gubernur California Gavin Newsom menyebut pengerahan pasukan di negara bagiannya sebagai “sengaja memancing kerusuhan.”
“Kami tidak punya masalah sampai Trump ikut campur. Ini pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara bagian — memperkeruh suasana sambil menarik sumber daya dari tempat yang benar-benar membutuhkannya. Cabut perintah itu. Kembalikan kendali ke California,” tulisnya di X (sebelumnya Twitter).
Pernyataan bersama dari para gubernur Demokrat di seluruh negeri yang mendukung Newsom menyebut penggunaan Garda Nasional California oleh Trump sebagai “penyalahgunaan kekuasaan yang mengkhawatirkan.”
Garda Nasional — pasukan militer cadangan — sering digunakan dalam penanganan bencana alam, dan sesekali dalam situasi kerusuhan sipil, tetapi hampir selalu dengan persetujuan dari otoritas lokal.
Partai Republik mendukung Trump dengan menepis penolakan dari Newsom dan pejabat lokal lainnya terhadap pengerahan Garda Nasional. “Saya sama sekali tidak khawatir,” kata Ketua DPR dari Partai Republik, Mike Johnson, yang menuduh Newsom “tidak mampu atau tidak mau melakukan hal yang diperlukan.”
Para pengunjuk rasa mengatakan kepada AFP bahwa keberadaan pasukan tidak terlihat sebagai upaya menjaga ketertiban. “Saya rasa ini adalah taktik intimidasi,” kata Thomas Henning.
“Aksi-aksi protes ini damai. Tidak ada yang mencoba melakukan kerusakan saat ini, namun Garda Nasional datang dengan senjata besar dan peluru tajam, seolah-olah ingin mengintimidasi rakyat Amerika yang sedang mengekspresikan hak Amandemen Pertama kami.”
Estrella Corral mengatakan para demonstran marah karena para migran pekerja keras yang tidak bersalah ditangkap oleh agen imigrasi bertopeng. “Ini komunitas kami, dan kami ingin merasa aman,” katanya kepada AFP.
“Pengerahan Garda Nasional oleh Trump itu konyol. Saya rasa dia sedang memprovokasi, mencoba membuat pertunjukan demi agendanya sendiri.”
Marshall Goldberg, 78, mengatakan kepada AFP bahwa pengerahan pasukan membuatnya merasa “sangat tersinggung.” “Kami menentang apa yang mereka lakukan terhadap para pekerja tanpa dokumen, tapi ini sudah melangkah lebih jauh — mengambil hak untuk berdemonstrasi dan berkumpul secara damai,” ujarnya.
Penggerebekan oleh lembaga Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di kota-kota lain di AS telah memicu protes-protes kecil dalam beberapa bulan terakhir, namun kerusuhan di Los Angeles adalah yang terbesar dan paling berkelanjutan terhadap kebijakan imigrasi Trump sejauh ini.
Sebuah jajak pendapat CBS News yang dilakukan sebelum protes di Los Angeles menunjukkan bahwa sedikit mayoritas warga Amerika masih mendukung pengetatan imigrasi.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada hari Minggu membela para migran yang tinggal di utara perbatasan dan menegaskan bahwa “warga Meksiko yang tinggal di Amerika Serikat adalah pria dan wanita yang baik.” (AFP/Z-2)
Gubernur Minnesota Tim Walz mengecam keras penembakan perempuan oleh agen ICE. Ia menyiagakan Garda Nasional dan menolak pengerahan pasukan federal ke wilayahnya.
Mahkamah Agung AS menolak otorisasi Presiden Donald Trump untuk mengerahkan Garda Nasional guna melindungi agen ICE di Chicago.
Pemerintah AS menangguhkan sementara semua proses imigrasi warga Afghanistan setelah insiden penembakan dekat Gedung Putih.
Sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Wali Kota Washington DC, pemimpin Senat dan DPR, mengecam penembakan yang melukai dua anggota Garda Nasional.
Dua anggota Garda Nasional ditembak dalam patroli di Washington DC. Polisi menyatakan hanya satu pelaku yang terlibat.
Dua prajurit Garda Nasional ditembak dekat Gedung Putih dan berada dalam kondisi kritis. Seorang tersangka ditahan.
Presiden Donald Trump menginstruksikan pendekatan "lebih lembut" setelah penarikan 700 agen imigrasi dari Minneapolis menyusul tewasnya dua warga AS.
Hakim AS Alex Tostrud mencabut perintah darurat yang mewajibkan penyelidik federal menjaga bukti penembakan Alex Pretti.
Paus Leo XIV, paus pertama asal AS, memilih jalur diplomasi hati-hati dalam menghadapi polarisasi politik di tanah airnya dan kebijakan keras Donald Trump.
Sekretaris DHS Kristi Noem resmi mewajibkan penggunaan body camera bagi petugas di Minneapolis menyusul insiden penembakan fatal Alex Pretti.
Di tengah konser Mayhem Ball di Tokyo, Lady Gaga sampaikan pidato emosional mengecam tindakan ICE terhadap imigran di Amerika Serikat dan menyerukan perdamaian.
Liam, 5, dan ayahnya akhirnya dibebaskan dari pusat penahanan Texas setelah perintah darurat hakim federal. Kasus ini memicu kecaman nasional terhadap kebijakan ICE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved