Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHKAMAH Agung Amerika Serikat secara resmi menolak permintaan Presiden Donald Trump untuk mengerahkan Garda Nasional ke Chicago guna melindungi agen-agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Keputusan ini menjadi kekalahan langka dan signifikan bagi administrasi Trump di hadapan barisan hakim yang didominasi konservatif.
Dalam perintah yang tidak ditandatangani tersebut, pengadilan menyatakan bahwa pemerintah gagal mengidentifikasi sumber otoritas hukum yang kuat.
"Pada tahap pendahuluan ini, pemerintah telah gagal mengidentifikasi sumber wewenang yang memungkinkan militer untuk menegakkan hukum di Illinois," tulis Mahkamah Agung dalam putusannya.
Inti dari perselisihan hukum ini terletak pada undang-undang tahun 1908 yang mengizinkan Presiden untuk memfederalisasi Garda Nasional jika ia tidak lagi dapat menegakkan hukum dengan "pasukan reguler." Pemerintah berargumen pasukan reguler mencakup agen federal seperti ICE, namun pengadilan berpendapat lain.
Mahkamah Agung menjelaskan istilah tersebut kemungkinan besar merujuk pada militer tetap. Dengan demikian, wewenang tersebut tidak dapat digunakan untuk melindungi agen sipil yang menjalankan undang-undang imigrasi.
Profesor hukum dari Georgetown University, Steve Vladeck, menyebut keputusan ini sebagai penolakan paling signifikan yang diterima Trump sepanjang tahun ini. "Sangat sulit bagi pemerintah untuk terus menggunakan otoritas tahun 1908 yang tidak jelas ini untuk mengerahkan pasukan Garda Nasional," ujarnya.
Gedung Putih menegaskan putusan ini tidak akan menghentikan upaya Trump dalam menegakkan hukum imigrasi. Juru bicara White House, Abigail Jackson, menyatakan pengerahan tersebut awalnya bertujuan melindungi personel federal dan mencegah perusak gedung pemerintah oleh perusuh.
Meskipun mayoritas hakim menolak, tiga hakim konservatif, Samuel Alito, Clarence Thomas, dan Neil Gorsuch, menyatakan keberatan (dissent). Hakim Alito menyayangkan keputusan rekan-rekannya yang dianggap membatasi wewenang konstitusional presiden untuk melindungi petugas federal dari serangan fatal.
Kemenangan hukum ini disambut baik Jaksa Agung Illinois, Kwame Raoul. Ia menekankan konstitusi telah membagi tanggung jawab atas milisi negara antara pemerintah federal dan negara bagian.
"Saya senang jalan-jalan di Illinois akan tetap bebas dari anggota Garda Nasional yang bersenjata saat litigasi kami berlanjut di pengadilan," kata Raoul.
Keputusan ini diyakini akan mengancam rencana pengerahan serupa di kota-kota lain yang dipimpin Demokrat, seperti Portland, Los Angeles, dan Memphis. Meski begitu, para ahli hukum mencatat Trump masih memiliki opsi lain, seperti mengaktifkan Insurrection Act (Undang-Undang Pemberontakan), meski langkah tersebut secara politik sangat berisiko karena menentang larangan penggunaan militer untuk penegakan hukum domestik.
Saat ini, ketegangan di fasilitas ICE di Chicago dilaporkan mulai mereda seiring dengan meningkatnya koordinasi antara pihak federal dengan polisi setempat. (CNN/Z-2)
Mayoritas konservatif di Mahkamah Agung AS tampak cenderung mendukung pemerintahan Trump dalam kasus pemecatan Rebecca Slaughter dari FTC.
Mahkamah Agung Amerika Serikat memperpanjang izin sementara bagi pemerintahan Trump untuk menahan pembayaran penuh bantuan pangan SNAP, menunggu keputusan Kongres.
Donald Trump meminta Mahkamah Agung AS tinjau ulang putusan yang menyatakan dirinya melakukan pelecehan seksual dan pencemaran nama baik terhadap penulis E. Jean Carroll.
Hakim federal AS memutuskan Donald Trump melanggar konstitusi karena mengerahkan Garda Nasional ke Portland tanpa dasar hukum.
Mahkamah Agung AS mengizinkan kebijakan Presiden Donald Trump yang mewajibkan jenis kelamin di paspor sesuai jenis kelamin biologis.
Gubernur Minnesota Tim Walz mengecam keras penembakan perempuan oleh agen ICE. Ia menyiagakan Garda Nasional dan menolak pengerahan pasukan federal ke wilayahnya.
Pemerintah AS menangguhkan sementara semua proses imigrasi warga Afghanistan setelah insiden penembakan dekat Gedung Putih.
Sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Wali Kota Washington DC, pemimpin Senat dan DPR, mengecam penembakan yang melukai dua anggota Garda Nasional.
Dua anggota Garda Nasional ditembak dalam patroli di Washington DC. Polisi menyatakan hanya satu pelaku yang terlibat.
Dua prajurit Garda Nasional ditembak dekat Gedung Putih dan berada dalam kondisi kritis. Seorang tersangka ditahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved