Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA lima orang tewas dan enam lainnya masih hilang setelah ledakan besar mengguncang sebuah pabrik kimia di Tiongkok bagian timur, Selasa, menurut otoritas setempat.
Ledakan tersebut menyebabkan asap abu-abu dan oranye setinggi langit, merusak jendela di bangunan-bangunan sekitar, dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.
Insiden ini terjadi di bengkel milik Shandong Youdao Chemical yang terletak di kota Gaomi, provinsi Shandong, hanya beberapa menit sebelum tengah hari waktu setempat, demikian dilaporkan penyiar nasional CCTV. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab ledakan.
Pemerintah lokal menyatakan 19 orang lainnya mengalami luka ringan.
Video yang beredar di media sosial Tiongkok memperlihatkan asap tebal menyelimuti bangunan di sebuah kawasan industri. Beberapa bangunan bertingkat rendah di sekitar lokasi mengalami kerusakan pada jendela, seperti terlihat dalam rekaman tersebut.
Layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan setempat mengirim 55 kendaraan dan 232 personel ke lokasi kejadian. Kementerian Manajemen Darurat juga menurunkan tim kerja dan bantuan tambahan, menurut pernyataan resmi mereka.
Seorang staf hotel yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari lokasi ledakan mengatakan ia mendengar suara ledakan sekitar tengah hari. “Suaranya cukup keras, seperti ledakan keras ‘duar’. Tapi hanya berlangsung sesaat,” katanya kepada CNN, seraya menambahkan hotel tempatnya bekerja tidak mengalami kerusakan.
Sementara itu, seorang pekerja di pabrik lain yang berjarak sekitar 6 kilometer dari lokasi mengatakan ia mendengar ledakan keras dan merasakan guncangan serta hembusan angin kuat.
“Hembusan udara itu sangat mengejutkan saya sampai saya tidak berani keluar dari kantor,” ujar pekerja yang bermarga Meng. “Pintu dan jendela di pabrik saya rusak… Angin masuk dari jendela, dan kalau saya berdiri sedikit lebih dekat, mungkin saya sudah terhempas ke dinding.”
Shandong Youdao Chemical dimiliki oleh Himile Group, yang juga memiliki perusahaan terbuka Himile Mechanical. Perusahaan tersebut didirikan pada Agustus 2019 dan memiliki lahan seluas lebih dari 46 hektare di taman kimia Gaomi Renhe, serta mempekerjakan lebih dari 300 orang, menurut situs web resminya.
Perusahaan ini memproduksi dan menjual pestisida, obat-obatan, dan bahan kimia antara, menurut informasi di situsnya.
Sebagai catatan, pada 2015, rangkaian ledakan besar juga pernah terjadi di gudang bahan kimia di kota Tianjin, Tiongkok timur laut, yang menewaskan lebih dari 100 orang dan menyebarkan asap beracun ke udara. (CNN/Z-2)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) meningkatkan kewaspadaan setelah teridentifikasi potensi keracunan yang dapat melibatkan warga setempat.
PT Chandra Asri Pacific resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dan Indonesia Investment Authority
PULUHAN warga mendatangi posko kesehatan di Kantor Kelurahan Gunung Sugih, Kota Cilegon, Provinsi Banten, setelah kebocoran gas dari pabrik PT Chandra Asri.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menunjukkan dampak investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Tiongkok melarang ekspor barang dwiguna ke 20 entitas pertahanan Jepang, termasuk Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries.
Ledakan toko petasan di Xiangyang, Hubei, Tiongkok, tewaskan 12 orang di tengah perayaan Imlek. Insiden ini picu kembali debat larangan kembang api akibat isu keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved