Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk menjajaki peluang investasi dalam pembangunan Pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi industri kimia nasional. Proyek senilai sekitar US$800 juta atau sekitar Rp13 triliun itu diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi dalam negeri untuk soda kaustik dan Ethylene Dichloride (EDC), dua bahan baku vital bagi industri hilir seperti pengolahan nikel, alumina, hingga deterjen.
"Industrialisasi hilir adalah kunci dalam transformasi ekonomi Indonesia dan membuka peluang besar bagi investor yang berpikir ke depan," ujar CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir dikutip dari siaran pers, Selasa (17/6).
Ia menambahkan proyek itu mendukung ketahanan nasional dengan mengurangi impor bahan kimia strategis seperti soda kaustik dan EDC.
Proyek CA-EDC akan dijalankan oleh anak usaha Chandra Asri, PT Chandra Asri Alkali (CAA), dengan kapasitas tahunan mencapai 400.000 ton soda kaustik padat (827.000 ton bentuk cair) dan 500.000 ton EDC.
Selain memperkuat rantai pasok domestik, EDC dari pabrik ini juga akan diekspor, berpotensi menyumbang devisa hingga Rp5 triliun per tahun. Sementara pengurangan impor soda kaustik diperkirakan bisa menghemat hingga Rp4,9 triliun setiap tahun.
CEO INA Ridha Wirakusumah menyebut kolaborasi ini sebagai komitmen bersama untuk memperkuat fondasi industri Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor terhadap bahan baku utama.
Presiden Direktur Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, kepercayaan Danantara dan INA menjadi bukti kuat akan potensi pertumbuhan industri kimia di Indonesia.
"Melalui kolaborasi ini, kami membangun fondasi yang kuat untuk mendorong pengembangan industri yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.
Dalam jangka panjang, proyek tersebut juga mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dan mempercepat industrialisasi berkelanjutan. Proyek CA-EDC masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan sedang memasuki fase studi kelayakan untuk ekspansi tahap dua. (E-3)
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Moody’s menahan rating Indonesia di Baa2. Pemerintah klaim ekonomi dan fiskal tetap kuat, defisit terjaga, Danantara dan MBG jadi tumpuan investasi.
Pandu menilai Hong Kong berhasil membangun pasar modal yang dalam, likuid, dan kredibel, bahkan mencatat rekor global jumlah IPO pada tahun lalu.
Disertasi yang dipertahankan Fathudin dalam meraih gelar Doktor Ilmu Hukum tidak sekadar berkontribusi pada pengembangan teori hukum administrasi negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Danantara Indonesia untuk menjelaskan kepastian arah kebijakan fiskal Indonesia kepada Moody's.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan pentingnya pembenahan kelembagaan dan konsistensi kebijakan pemerintah dalam melanjutkan agenda pembangunan nasional.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved