Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SAYAP bersenjata Hamas merilis sebuah video pada Sabtu (12/4) yang menunjukkan seorang sandera masih hidup di Gaza. Adapun secara luas diidentifikasi oleh media Israel sebagai warga Israel-Amerika Edan Alexander.
Brigade Ezzedine al-Qassam menerbitkan klip berdurasi lebih dari tiga menit yang memperlihatkan sandera duduk di sebuah ruang kecil dan tertutup.
Dilansir Al Arabiya, Minggu (14/4), mereka tidak dapat segera memverifikasi keaslian rekaman tersebut atau memastikan kapan rekaman itu direkam.
Dalam video tersebut, sandera mengatakan bahwa ia ingin pulang ke rumah untuk merayakan liburan.
Israel saat ini sedang merayakan Paskah, hari raya yang memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Dalam video tersebut, sandera tersebut tampak berbicara di bawah tekanan, sambil berkali-kali membuat gerakan tangan saat mengkritik pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena gagal mengamankan pembebasannya.
Video tersebut dirilis beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Katz mengumumkan bahwa militer Israel telah merebut poros Morag baru antara kota selatan Rafah dan Khan Younis.
Katz juga menguraikan rencana untuk memperluas serangan militer yang sedang berlangsung di sebagian besar Jalur Gaza.
Dalam pernyataan terpisah Sabtu sebelumnya, Hamas mengatakan operasi Israel di Gaza tidak hanya membahayakan warga sipil Palestina tetapi juga para sandera yang tersisa.
"Serangan tersebut tidak hanya membunuh warga sipil yang tak berdaya tetapi juga membuat nasib tawanan pendudukan (sandera) menjadi tidak pasti," kata Hamas.
Selama serangan mereka terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Jalur Gaza, militan Palestina menyandera 251 orang.
Lima puluh delapan sandera masih ditawan, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.
Selama gencatan senjata baru-baru ini yang berakhir pada 18 Maret ketika Israel melanjutkan serangan udara di Gaza, militan membebaskan 33 sandera, termasuk delapan mayat. (Fer/I-1)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Israel menerima peti jenazah sandera dari Hamas melalui Palang Merah. IDF melakukan tes forensik untuk memastikan identitas.
Mesir bantu evakuasi jasad sandera Israel di Gaza di tengah gencatan senjata. Faksi Palestina sepakat bentuk Komisi Sementara, sementara AS desak Israel menahan diri.
MILITER Israel mengonfirmasi identitas dua jenazah sandera yang dikembalikan dari Jalur Gaza sehari sebelumnya. Keduanya ialah Aryeh Zalmanovich dan Sersan Mayor Tamir Adar.
Militer Israel mengonfirmasi Hamas telah menyerahkan jenazah salah satu sandera kepada Palang Merah di Gaza.
KELUARGA seorang prajurit Israel yang ditawan Hamas menyatakan bahwa sandera tewas akibat serangan udara yang dilakukan pasukan Israel sendiri selama agresi di Gaza.
Trump menyatakan Israel bisa melanjutkan operasi militer di Gaza jika Hamas gagal patuhi gencatan senjata. Hamas akan serahkan dua jasad sandera sesuai kesepakatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved