Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Palestina kembali mengungsi dari rumah mereka di tengah eskalasi Israel yang terjadi. Di Gaza Utara, tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk beberapa wilayah menyusul serangan udara besar-besaran yang menewaskan ratusan orang.
Israel merebut kembali kendali Koridor Netzarim dan memperluas wilayah penyangga. Militer Israel mengatakan eskalasi yang sedang berlangsung di Gaza dimaksudkan untuk menciptakan wilayah penyangga parsial.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 436 warga Palestina, termasuk 183 anak-anak, telah tewas sejak Israel melanjutkan pemboman di Gaza pada Selasa dini hari.
Dalam sebuah posting di X, militer Israel menulis selama 24 jam terakhir pasukannya telah memulai operasi darat yang terfokus di pusat Jalur Gaza dan di selatan dengan tujuan memperluas wilayah keamanan dan menciptakan wilayah penyangga parsial antara utara dan selatan Jalur Gaza.
Sebagai bagian dari operasi tersebut, pasukan Israel merebut kembali kendali Koridor Netzarim. Lokasi tersebut merupakan tempat ketika mereka mundur berdasarkan fase pertama gencatan senjata. Koridor yang didirikan Israel tersebut memisahkan Gaza utara dari selatan.
Warga Palestina sekali lagi dipaksa meninggalkan wilayah yang mereka sebut sebagai rumah.
Kantor berita Palestina Wafa melaporkan lebih dari 80 keluarga Palestina mengungsi dari kamp pengungsi Al-Ein di dekat kota Nablus di Tepi Barat yang diduduki. Keluarga-keluarga tersebut diusir secara paksa dari rumah mereka di tengah eskalasi militer Israel yang sedang berlangsung di daerah tersebut.
Pasukan Israel dilaporlam menyerbu rumah-rumah dan memaksa penduduk untuk pergi dengan todongan senjata sebelum mengubah bangunan-bangunan itu menjadi barak militer.
Beberapa penduduk kamp ditahan, sementara mereka yang dipaksa keluar dari rumah mereka mencari perlindungan dengan kerabat dan di masjid-masjid setempat. (AlJazeera/I-3)
Tiga personel Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon mengalami luka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Libanon selatan
Wisma Putra menyatakan undang-undang tersebut jelas bersifat diskriminatif terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan segala bentuk kebijaksanaan kehakiman.
JDF Asia Pasifik juga mendesak langkah konkret komunitas internasional untuk menghentikan implementasinya.
KEPALA Staf Angkatan Darat Israel yang baru Mayor Jenderal (Purn.) Eyal Zamir yang juga merupakan mantan Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan mulai menjabat, Rabu (1/4).
Mereka menggarisbawahi bahwa undang-undang itu merupakan eskalasi yang berbahaya, terutama penerapannya yang diskriminatif terhadap tahanan Palestina.
Mereka juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan penjaga perdamaian.
Wisma Putra menyatakan undang-undang tersebut jelas bersifat diskriminatif terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan segala bentuk kebijaksanaan kehakiman.
Aktor Liam Cunningham mengecam UU hukuman mati Israel yang khusus untuk warga Palestina, menyebut pendukungnya “genosida dan apartheid”.
Pembangunan masjid darurat tersebut dilakukan sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat akan sarana ibadah di tengah situasi konflik yang berkepanjangan.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved