Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 21 staf teknologi dari United States Digital Service (USDS) mengundurkan diri secara massal hari ini sebagai bentuk protes terhadap upaya Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), menurut seorang pegawai pemerintah federal yang mengetahui peristiwa tersebut.
Menurut sumber tersebut, mereka yang mengundurkan diri adalah "orang-orang paling terampil. Insinyur, desainer, ilmuwan data, manajer proyek, semua yang bekerja pada proyek-proyek kritis di seluruh pemerintahan."
Kelompok ini sebelumnya merupakan bagian dari USDS, yang kemudian diubah menjadi DOGE.
“Mereka adalah orang-orang yang tidak ingin menjadi bagian dari ini. Bagi mereka, ini adalah bentuk protes. Mereka tidak ingin terlibat dalam perubahan ini,” kata sumber tersebut.
Selasa setelah insiden yang disebut sebagai “Pemecatan Hari Valentine” menjadi pertama kalinya DOGE memimpin rapat staf. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengakui beberapa hari terakhir sangat sulit dan mencoba mengalihkan fokus ke depan. Namun, menurut sumber itu, pesan tersebut tidak diterima dengan baik, sehingga memicu diskusi di antara para pegawai: "Apakah masih ada yang bisa diselamatkan? Apa yang harus dilakukan?"
Sementara itu, Gedung Putih melaporkan satu juta pegawai federal telah menanggapi email yang meminta laporan atas pekerjaan mereka pekan lalu. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk memperjelas parameter dari kebijakan personalia yang baru.
Trump Beri Kewenangan kepada Menteri Kabinet untuk Menentukan Kebijakan
Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan menyerahkan keputusan kepada para menteri kabinetnya mengenai cara terbaik untuk menindaklanjuti perintah tersebut.
“Para kepala lembaga akan menentukan praktik terbaik bagi pegawai mereka di masing-masing instansi,” katanya.
Sejumlah instansi telah menginstruksikan pegawai mereka untuk tidak menanggapi email tersebut, dan Leavitt menegaskan bahwa Trump mendukung keputusan tersebut.
“Presiden mendukung langkah itu,” ujarnya, sembari meredam spekulasi ada perpecahan dalam pemerintahan, terutama terkait dengan Elon Musk—miliarder yang ditugaskan Trump untuk mereformasi pemerintahan federal.
“Presiden, Elon, dan seluruh kabinetnya bekerja sebagai satu tim yang solid, dan mereka menerapkan solusi yang sangat masuk akal ini,” kata Leavitt. (CNN/Z-2)
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Dokumen pengadilan terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi antara tokoh-tokoh besar seperti Elon Musk dan Richard Branson terkait pertemuan dan investasi.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
Elon Musk resmi menggabungkan startup AI miliknya, xAI, ke dalam SpaceX. Langkah besar ini bertujuan menciptakan 'mesin inovasi' untuk ambisi Mars.
Departemen Kehakiman AS merilis dokumen baru terkait Jeffrey Epstein. Terungkap dugaan perannya sebagai pengelola aset Vladimir Putin hingga isi email Elon Musk.
Jeff Bezos melalui Blue Origin umumkan proyek TeraWave, jaringan satelit internet berkecepatan 6 Tbps untuk tantang dominasi Starlink milik Elon Musk.
Pemerintahan Trump mengumumkan pemangkasan hampir 50% pegawai Departemen Pendidikan AS, yang berdampak pada sekitar 2.100 pekerja mulai 21 Maret.
Pengadilan Banding Sirkuit DC mengabulkan permintaan Presiden Donald Trump untuk memecat Hampton Dellinger, kepala Office of Special Counsel (OSC).
Pemerintahan Donald Trump melanjutkan rencana PHK besar-besaran di berbagai lembaga federal sebagai bagian dari upaya merampingkan birokrasi.
Administrasi Jaminan Sosial (SSA) mengumumkan penutupan Kantor Hak Sipil dan Kesetaraan Kesempatan, dengan alasan efisiensi dan penghapusan fungsi yang dianggap redundan.
Presiden Donald Trump menyebut perintah menghitung ulang jam kerja sebagai “agak sukarela,” meskipun ia kemudian menegaskan mereka yang tidak merespons akan dipecat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved