Headline

Kecelakaan berulang jadi refleksi tata kelola keselamatan pelayaran yang buruk.

Fokus

Tidak mengutuk serangan Israel dan AS dikritik

PM Suriah Siap Alihkan Kekuasaan ke Pemberontak

Ferdian Ananda Majni
08/12/2024 11:53
PM Suriah Siap Alihkan Kekuasaan ke Pemberontak
Pemberontak Suriah.(DOK DW NEWS)

PERDANA Menteri (PM) Suriah Mohammad Ghazi al-Jalali mengatakan dirinya tidak berencana kabur setelah pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan telah jatuh.

Dia ingin memastikan lembaga publik di Suriah tetap berfungsi dan pengalihan kekuasaan berlangsung damai.

"Saya mendesak semua orang untuk berpikir rasional dan memikirkan negara," kata al-Jalali melansir Al Jazeera, Minggu (8/12)

Dia mengaku siap untuk proses pergantian kekuasaan kepada pihak pemberontak. Dia meminta agar pemberontak memberi jaminan tidak akan menyakiti siapapun.

"Kami mengulurkan tangan kepada oposisi yang telah mengulurkan tangan dan menegaskan bahwa mereka tidak akan menyakiti siapa pun yang menjadi bagian dari negara ini," tambahnya.

Dia juga meminta warga negara Suriah untuk menjaga fasilitas publik. Sebelumnya, Timur Tengah telah mengalami kekacauan akibat jatuhnya pemerintahan di masa lalu. Ketika pasukan Amerika yang menyerbu menggulingkan Presiden Irak Saddam Hussein pada tahun 2003, lembaga-lembaga negara dan tempat-tempat umum dijarah seiring dengan merajalelanya tindakan anarkis.

Sementara itu, Pimpinan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) Al Julani mengatakan semua pasukan oposisi di Damaskus dilarang mengambil alih lembaga publik. 

Dia mengatakan seluruh lembaga pemerintah tetap berada di bawah pengawasan PM Suriah sampai pengalihan kekuasaan secara resmi.

"Tetap berada di bawah pengawasan mantan Perdana Menteri sampai diserahkan secara resmi," sebut Al-Julani dalam sebuah pernyataan.

Dia juga melarang ada tembakan perayaan. “Tembakan pada perayaan juga dilarang,” sebutnya.

Pemimpin kelompok pemberontak Suriah itu telah menandatangani pernyataannya dengan nama resminya, Ahmed al-Sharaa. Dia melakukan hal itu dalam upaya untuk menjauhkan diri dari hubungan masa lalunya dengan al-Qaeda.

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang berkuasa sejak tahun 2000 telah meninggalkan Damaskus. Sedangkan Perdana Menteri mengatakan bahwa dia akan tetap berada di Damaskus untuk mengawasi lembaga-lembaga negara. (Z-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya