Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) ditolak usai mengumumkan telah menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui perbatasan yang dikuasai Israel dengan alasan masalah keamanan.
"Kami sedang menghentikan pengiriman bantuan melalui Kerem Shalom, pos penyeberangan utama untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza. Jalur keluar dari pos penyeberangan ini tidak aman selama berbulan-bulan," kata Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, dalam sebuah pernyataan. Lazzarini menyoroti insiden mengkhawatirkan di mana konvoi besar truk bantuan dicuri oleh geng bersenjata pada 16 November lalu.
UNRWA, sebutnya, mencoba mengirim beberapa truk makanan melalui jalur yang sama, namun semua truk itu dicuri. Pemerintah Gaza menuduh Israel bekerja sama dengan geng bersenjata untuk mencuri pengiriman bantuan, yang secara efektif mencegah pasokan penting sampai ke mereka yang membutuhkan.
Sehari kemudian, kantor media Pemerintah Gaza, Senin (2/12/2024) waktu setempat mendesak UNRWA membatalkan keputusan mereka untuk menangguhkan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza melalui perbatasan Kerem Shalom.
Mereka mendesak badan tersebut untuk mencari jalur alternatif yang lebih aman untuk mengirim bantuan. Blokade yang berlangsung terus-menerus memperburuk krisis kelaparan di Gaza dengan wilayah utara yang paling terkena dampaknya.
Wilayah yang sering disebut sebagai penjara terbuka terbesar di dunia tersebut telah sangat menderita di bawah blokade Israel selama 18 tahun yang berdampak pada hampir 2,3 juta warga Palestina. Pemerintah Gaza menuduh Israel, bersama dengan AS dan negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, ikut serta dalam kejahatan perang dengan memberikan dukungan militer dan logistik kepada Israel.
Pemerintah Gaza pun meminta UNRWA untuk meningkatkan pengiriman bantuan ke wilayah yang diblokade tersebut dengan menekankan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk, terutama kekurangan pangan akut.
Menurut data resmi, sejak melancarkan perang genosida terhadap Gaza setelah serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada Oktober tahun lalu, Israel telah membunuh lebih dari 44.400 warga Palestina yang sebagian besar perempuan dan anak-anak. Perang tersebut juga melukai lebih dari 105.000 orang.
Lebih jauh kantor media Gaza itu mengatakan pasukan Israel terlibat dengan membiarkan perampokan ini terus terjadi tanpa ada tindakan yang menunjukkan upaya yang disengaja untuk memperburuk krisis kemanusiaan. Konfirmasi lebih lanjut datang dari harian Haaretz Israel yang melaporkan bahwa kelompok bersenjata di Gaza diizinkan mencuri pengiriman bantuan sementara pasukan Israel hanya menutup mata.
Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya dalam organisasi bantuan internasional, pasukan Israel tidak hanya memfasilitasi pencurian, tetapi dalam beberapa kasus juga menguasai barang-barang tersebut dan menyimpannya di gudang militer.
Tahun kedua genosida di Gaza telah menuai kecaman internasional yang luas dengan menyatakan bahwa taktik kelaparan dan pemblokiran pengiriman bantuan kemanusiaan merupakan upaya sengaja untuk menghancurkan seluruh populasi. (Anadolu/P-3)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Serangan Israel yang membabi buta terhadap lembaga-lembaga UNRWA di Palestina mengancam penghentian tugas kemanusiaan mereka bagi sebagian besar warga Palestina.
Pasukan Israel mulai merobohkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur. PBB menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
BADAN PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Selasa (23/12), menyatakan bahwa warga Palestina di Jalur Gaza masih menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
INDONESIA menolak upaya sistematis untuk melemahkan UNRWA dan mendesak Israel untuk mematuhi kewajiban hukumnya.
LANGKAH Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperpanjang mandat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) selama tiga tahun.
OKI menekankan pentingnya pengesahan resolusi besar-besaran yang memperbarui mandat Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved