Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Palestina Hamas mengatakan bahwa mereka mengadakan diskusi dengan gerakan Fatah mengenai pembentukan komite untuk mengatasi kebutuhan dan masalah Jalur Gaza, Palestina, selama pertemuan di Kairo.
"Setelah berdiskusi dengan berbagai faksi Palestina, kami mengadakan pertemuan dengan saudara-saudara kami di Fatah atas undangan Mesir," kata zeorang pemimpin Hamas, Osama Hamdan, dalam pesan video.
Menurut Hamdan, kedua pihak membahas berbagai isu nasional, khususnya perang di Gaza dan cara bekerja sama menghadapi rencana pendudukan Israel serta para pendukungnya, berdasarkan konsensus untuk menolak segala pengaturan yang dipaksakan.
"Banyak gagasan yang dibahas, termasuk pembentukan komite untuk menangani urusan dan kebutuhan Gaza dalam berbagai permasalahan hingga kondisi memungkinkan terbentuknya pemerintahan persatuan nasional," sebutnya.
Kedua belah pihak menekankan bahwa mengurus dan penanganan urusan rakyat Palestina, baik di Gaza, Tepi Barat, atau diaspora ialah murni urusan Palestina yang harus didasarkan pada konsensus nasional.
Ia menegaskan komitmen Hamas untuk terus melanjutkan pertemuan dan komunikasi dengan Fatah dan seluruh faksi Palestina untuk mencapai solusi dan kerangka kerja terbaik yang bermanfaat bagi rakyat Palestina, khususnya yang berada di Gaza.
Pada Sabtu, seorang sumber dari Mesir mengumumkan dimulainya diskusi antara Fatah dan Hamas di Kairo untuk menjajaki pembentukan komite untuk menangani urusan Gaza sambil melanjutkan upaya untuk mencapai gencatan senjata di wilayah tersebut, seperti dilaporkan saluran berita Al-Qahera el-Ekhbariya.
Israel terus melakukan serangan yang menghancurkan di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Hampir 43.300 orang telah tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 102.260 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza. (Anadolu/Z-2)
HAMAS mengecam protes yang terjadi di Jalur Gaza, Palestina. Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan mereka yang berdemonstrasi mendukung penjajahan ialah pengkhianat.
GERAKAN Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) mengatakan pihaknya sedang mengadakan diskusi dengan kelompok perlawanan Hamas di Kairo terkait pembukaan kembali perbatasan Rafah.
GERAKAN Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) mengatakan pihaknya sedang mengadakan diskusi dengan kelompok perlawanan Hamas di Kairo terkait pembukaan kembali perbatasan Rafah.
Hamas dan Fatah adalah dua kelompok politik utama yang ada di Palestina. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membebaskan Palestina dari penjajahan Israel.
PALESTINA pada Sabtu (12/10) meminta Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mendukung Israel dan memaksa Israel untuk mengakhiri agresi mereka serta mematuhi resolusi internasional.
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
TAHAP selanjutnya dari rencana perdamaian Jalur Gaza, Palestina, yang disponsori Amerika Serikat (AS) melibatkan pembentukan Dewan Perdamaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved