Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi tiba di Beirut, Jumat (4/10), di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan Israel di Libanon.
Kantor Berita Nasional Libanon melaporkan Araghchi disambut Osama Khashab, kepala protokoler Kementerian Luar Negeri Libanon, di Bandara Internasional Beirut Rafic Hariri.
Perjalanan Araghchi ke Beirut merupakan kunjungan pertamanya ke Libanon sejak ia ditunjuk sebagai menteri luar negeri Iran.
Baca juga : Pengusaha Israel Teman Netanyahu Tuding Yordania bakal seperti Libanon
Sementara itu, juru bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa delegasi Teheran yang diketuai Menlu Araghchi dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Libanon.
Dalam pernyataannya, Baghaei menyebutkan, "Delegasi kami yang dipimpin Menlu Araghchi dan didampingi oleh dua anggota Parlemen dan Ketua Bulan Sabit Merah Iran akan segera bertemu dengan pejabat tinggi Libanon."
"Seluruh wilayah di kawasan seharusnya memahami situasi kritis yang dihadapi Libanon dan implikasinya yang mengerikan bagi masa depan bangsa kita," katanya menambahkan.
Kendati para pejabat Libanon belum mengomentari agenda pertemuan dengan Araghchi, para analis memperkirakan pembicaraan akan terfokus pada krisis yang berkembang di sepanjang perbatasan Libanon-Israel serta dukungan Iran terhadap Hizbullah dan implikasi geopolitik yang lebih luas. (Ant/Z-2)
Paus Leo XIV memulai kunjungan tiga hari ke Libanon dengan pesan perdamaian, hanya beberapa hari setelah serangan Israel di Beirut.
Israel mengabaikan seruan untuk menghentikan agresinya terhadap Libanon.
Kementerian Kesehatan Libanon mencatat bahwa serangan terbaru ini menewaskan lima orang dan melukai 28 lainnya.
Serangan udara Israel menewaskan Haitham Ali al-Tabtabai, pejabat senior Hizbullah, di Beirut selatan meski gencatan senjata masih berlaku.
BEBERAPA jet tempur Israel melancarkan serangan udara di wilayah pinggiran selatan Beirut pada Kamis (5/6) malam. Kantor berita resmi Libanon melaporkan itu.
Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut, Libanon, pada Minggu, menargetkan tempat penyimpanan rudal berpemandu presisi milik Hizbullah.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved