Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) telah memperingatkan Israel bahwa menyerang Hizbullah dapat menggagalkan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dan memicu perang kawasan, lapor Politico pada Rabu (25/9) mengutip sejumlah pejabat AS. Surat kabar digital tersebut melaporkan bahwa beberapa hari sebelum serangan udara Israel terhadap Hizbullah, para pejabat AS telah memperingatkan pemerintah Israel bahwa strategi semacam itu kemungkinan akan membawa kawasan itu ke dalam perang.
Menurut sumber Politico, otoritas AS ketika itu menyatakan kepada Israel bahwa solusi diplomatik masih mungkin dilakukan dan operasi militer terhadap Lebanon dapat menghalangi upaya diplomasi ini. Namun, pejabat Israel mengambil pendekatan berbeda untuk mencapai perdamaian, sembari mengatakan kepada perwakilan AS bahwa sudah waktunya untuk melakukan "eskalasi untuk meredakan ketegangan.
Menurut rezim Zionis itu, dengan menyerang Hizbullah akan memaksa gerakan di Lebanon tersebut untuk berpartisipasi dalam negosiasi guna mengakhiri konflik. Israel mulai melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon selatan dan timur pada Senin (23/9). Serangan itu menyebabkan jumlah korban tewas akibat serangan brutal itu mencapai 558 jiwa, kata Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad.
Sebagai balasan, para pejuang Hizbullah menembakkan puluhan roket ke Israel utara. Sebelumnya pada 17 hingga 18 September, ribuan penyeranta dan walkie-talkie (radio panggil) meledak di berbagai wilayah Lebanon, yang menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai hampir 3.500 lainnya. Masih belum diketahui apa yang menyebabkan ribuan perangkat tersebut meledak secara bersamaan.
Atas kejadian tersebut Hizbullah dan otoritas Lebanon menyalahkan Israel, sementara Presiden Israel Isaac Herzog membantah keterlibatan negaranya dalam insiden tersebut. Situasi di perbatasan Israel-Lebanon memburuk setelah dimulainya operasi militer Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Pasukan Israel dan pejuang Hizbullah saling tembak hampir setiap hari di daerah sepanjang perbatasan. (Ant/H-3)
GENCATAN senjata permanen antara Israel dan Hizbullah Lebanon dijadwalkan pada Rabu (27/11). Kesepakatan gencatan senjata resmi disepakati.
PASUKAN penjaga perdamaian PBB akan tetap berada di semua posisi di Lebanon meskipun ada seruan Israel agar mereka pindah, di tengah meningkatnya pertempuran antara Israel dan Hizbullah.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Sabtu (12/10) menyatakan bahwa Teheran mendukung apapun keputusan pemerintah dan kelompok perlawanan di Lebanon di tengah serangan Israel.
Kemlu RI mengatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut kembali berhasil mengevakuasi 14 warga negara Indonesia (WNI) dari Lebanon.
Spanyol mendesak Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk merespons secara konkret dan melakukan intervensi terkait serangan darat tentara Israel ke Lebanon.
Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI Hariyanto mengatakan prajurit TNI siap mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Libanon untuk dipulangkan ke tanah air.
Sugiono mengatakan dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Iran di Teheran agar menyiapkan berbagai opsi jika sewaktu-waktu evakuasi perlu dilakukan.
Kemlu terus berupaya memantau situasi keamanan secara intensif dan meminta seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan.
Serangan udara AS di ibu kota Venezuela Caracas, penangkapan Presiden Nicolás Maduro, serta pengambilalihan fasilitas energi strategis menandai eskalasi terbuka
Konflik antara Danielle NewJeans dengan agensinya, ADOR, merupakan puncak dari pertikaian panjang yang berakar pada krisis internal manajemen sejak 2024.
Konflik tanah restant merupakan permasalahan lahan yang terjadi di semua kawasan transmigrasi.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penegasan batas desa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved