Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan negara-negara anggota tentang Libanon yang menjadi Gaza lain di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel. Menyoroti transformasi epik yang tengah dihadapi dunia, Guterres menyampaikan pidato di hadapan negara-negara anggota selama pembukaan Sidang Umum PBB ke-79 di kantor pusat New York.
"Dunia kita sedang mengalami pusaran angin. Kita berada di era transformasi dahsyat menghadapi tantangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya tantangan yang menuntut solusi global," kata Guterres, seraya menambahkan bahwa perpecahan geopolitik terus bertambah dalam, dilansir Anadolu, Rabu (25/9).
Menyoroti pemanasan global, Sekjen PBB mengatakan bahwa perang berkecamuk tanpa ada petunjuk bagaimana akan berakhir. Ia menggarisbawahi ancaman postur nuklir dan senjata baru menimbulkan bayangan gelap.
Baca juga : UNICEF: Anak-anak Libanon Hadapi Bencana Buatan Israel
"Kita sedang bergerak maju ke arah yang tak terbayangkan, ke titik di mana bencana bisa melanda dunia," katanya.
Guterres mendasarkan pidatonya pada dua kenyataan utama bahwa keadaan global saat ini tidak berkelanjutan dan tantangan yang dihadapi dunia dapat dipecahkan.
"Tingkat impunitas di dunia tidak dapat dipertahankan secara politik dan tidak dapat ditoleransi secara moral," tegasnya, sambil menyesalkan banyaknya pemerintah yang merasa berhak mengabaikan hukum internasional, konvensi hak asasi manusia, dan resolusi PBB.
Baca juga : Hizbullah Balas Serangan Israel yang Tewaskan 558 Orang di Libanon
"Mereka dapat menyerbu negara lain, menghancurkan seluruh masyarakat, atau sama sekali mengabaikan kesejahteraan rakyatnya sendiri. Dan tidak akan terjadi apa-apa," katanya, seraya mencatat bahwa "impunitas" dapat dilihat di Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan sekitarnya.
Mengenai Timur Tengah, Guterres mengamati bahwa Gaza adalah mimpi buruk yang tak pernah berakhir yang mengancam seluruh wilayah. Tidak usah mencari lebih jauh lagi selain Libanon. Ia mengatakan semua negara harus waspada terhadap eskalasi antara Libanon dan Israel.
"Libanon berada di ambang kehancuran. Rakyat Libanon, rakyat Israel, dan rakyat dunia tidak mampu membiarkan Libanon menjadi seperti Gaza," katanya.
Baca juga : Pemimpin Dunia Cegah Perang Meluas, Hizbullah Siap Hadapi Israel
Ia mengecam hukuman kolektif terhadap warga Palestina, menegaskan kembali tuntutannya untuk gencatan senjata segera dan dimulainya solusi dua negara.
"Kecepatan dan skala pembunuhan dan penghancuran di Gaza tidak pernah terjadi sebelumnya selama saya menjabat sebagai sekretaris jenderal. Lebih dari 200 staf kami sendiri telah terbunuh, banyak di antaranya bersama keluarga mereka," katanya.
Guterres membandingkan kekacauan global saat ini dengan ketegangan yang lebih terstruktur pada era Perang Dingin.
"Terlepas dari semua bahayanya, Perang Dingin memiliki aturan. Ada jalur komunikasi langsung, jalur merah, dan pagar pembatas," katanya, tetapi sekarang, dunia berada dalam "api penyucian polaritas" dengan banyak negara bertindak tanpa pertanggungjawaban karena tidak adanya tatanan dunia yang stabil. (I-2)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
Human Rights Watch mendesak Hungaria menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu terkait surat perintah ICC atas dugaan kejahatan perang di Gaza saat kunjungannya Sabtu ini.
RAMADAN kali ini Adara kembali menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah di Palestina, termasuk di Jalur Gaza.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Ayah dan anak tewas akibat drone Israel di Khan Younis. Total 72.123 warga Gaza gugur sejak 2023 di tengah blokade Rafah dan pengalihan isu perang AS terhadap Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved