Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAKAN perdamaian dan kelompok hak asasi manusia Jerman telah meluncurkan petisi daring yang menyerukan pemerintah untuk menekan Israel agar segera melakukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan tanpa batas ke Gaza.
Kelompok-kelompok tersebut, termasuk gerakan perdamaian Pax Christi, Oxfam, dan CARE Jerman, telah menyerukan Berlin untuk menghentikan ekspor senjatanya ke Israel, mengambil sikap lebih tegas untuk gencatan senjata segera, dan bersikeras pada perlindungan warga sipil Palestina.
"Kami menuntut agar pemerintah Jerman memberikan tekanan yang jauh lebih besar kepada Israel untuk segera mengakhiri blokade ilegal dan mengizinkan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan," kata kelompok tersebut dalam petisi mereka, dilansir dari Anadolu, Jumat (23/8).
Baca juga : Jerman Lanjutkan kembali Ekspor Senjata ke Saudi, ini Alasannya
Mereka menambahkan bahwa langkah lebih lanjut harus diambil untuk menghentikan kekerasan pemukim Israel dan pembangunan permukiman ilegal di wilayah pendudukan.
Dokter Internasional untuk Pencegahan Perang Nuklir, Medico International, Kelompok Dialog Yahudi-Palestina, dan Suara Yahudi untuk Perdamaian yang Adil di Timur Tengah termasuk di antara kelompok yang menyatakan dukungan mereka terhadap petisi daring. Jerman telah menjadi sekutu setia Israel, dan pejabat pemerintah telah berulang kali mengatakan bahwa negara itu memikul tanggung jawab khusus atas keamanan Israel karena masa lalunya yang terkait dengan Nazi.
Namun, pemerintah telah berada di bawah tekanan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena penggunaan kekuatan yang tidak proporsional dan membabi buta oleh militer Israel di Gaza, yang menewaskan lebih dari 40 ribu warga Palestina, termasuk lebih dari 16.000 anak-anak dan 11 ribu wanita.
Dalam jajak pendapat terbaru oleh lembaga penyiaran publik ARD, 57% warga Jerman mengatakan tindakan militer Israel di Gaza telah terlalu jauh, dan 68% menentang pemberian dukungan militer bagi Israel. Hanya 21% yang menyatakan dukungan bagi Israel.
Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, meskipun ada seruan yang semakin meningkat untuk gencatan senjata segera dari masyarakat internasional. Lebih dari 10 bulan setelah konflik terjadi, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan. Tindakannya di daerah kantong yang diblokade itu juga memicu kasus genosida di Mahkamah Internasional. (I-2)
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Temuan tulisan nama pelaku penyerangan luar negeri pada senjata di lokasi ledakan SMAN 72 Kelapa Gading mengindikasikan kemungkinan inspirasi ideologi ekstrem kanan
SEJUMLAH negara anggota Uni Eropa tengah mengajukan permohonan pinjaman puluhan miliar euro ke Uni guna membeli senjata bagi Ukraina.
Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas kemudahan negara-negara maju mengalokasikan anggaran besar untuk militer.
Dua senjata itu ditemukan penyidik saat menggeledah rumah salah satu tersangka dalam kasus ini. Koordinasi dengan polisi penting untuk memastikan legalitas senjata tersebut.
Iran menegaskan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam pengiriman bantuan militer ke Israel akan dianggap sebagai sasaran sah oleh militer Iran.
Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam membangun ASEAN sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan.
Afrika Selatan usir utusan Israel Ariel Seidman atas tuduhan penghinaan kedaulatan. Israel membalas dengan mengusir diplomat Afsel Shaun Byneveldt dalam 72 jam.
Donald Trump mendesak Teheran segera berunding untuk mencapai kesepakatan baru terkait senjata nuklir atau bersiap menghadapi serangan dari AS.
Serangan Israel yang membabi buta terhadap lembaga-lembaga UNRWA di Palestina mengancam penghentian tugas kemanusiaan mereka bagi sebagian besar warga Palestina.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved