Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Partai Sosial Demokrat (SDP) dan anggota Parlemen Finlandia, Nasima Razmyar, mengkritik tajam penanganan negara Nordik itu terhadap perang brutal Israel di Gaza. Dia menuduh Helsinki menyampaikan retorika kosong tanpa tindakan yang berarti.
Razmyar menyatakan rasa frustrasinya yang mendalam atas kekejaman yang dilakukan Israel terhadap Palestina dan ketidakpedulian masyarakat internasional.
“Korban perang Gaza yang tak ada habisnya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kita menjadi tidak peka terhadap berita utama yang terus-menerus, yang hanya menumbuhkan sinisme. Penderitaan manusia, kelaparan, abu kota-kota yang dibom—semua ini sulit dijelaskan karena semuanya telah terjadi sepanjang perang,” katanya seperti dikutip oleh surat kabar daring nasional Helsinki Times, dilansir dari Anadolu, Selasa (13/8).
Baca juga : Hamas Desak Rapat Darurat Liga Arab dan OKI Hentikan Genosida Gaza
Politisi itu mencatat bahwa meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) menyerukan gencatan senjata dan menyatakan pendudukan wilayah Palestina ilegal, perang melawan Palestina terus berlanjut. Komentar Razmyar muncul saat para pemimpin internasional mengintensifkan seruan agar dilakukan gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan segera tiba di Palestina.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin (12/8) yang menyerukan gencatan senjata segera dan menekankan urgensi pengiriman bantuan ke Gaza.
“Seluruh masyarakat internasional akhirnya mulai memahami besarnya bencana ini. Penentangan terhadap perang Gaza telah menyebar ke luar kolom berita dan kolom komentar. Aksi protes kini merambah ke acara budaya, kampus universitas, dan bahkan bisnis,” kata Razmyar.
Ia mengecam pemerintah Finlandia karena abstain dari resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyerukan gencatan senjata dan pembekuan dukungan kepada badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Baca juga : Israel Serang Sekolah Gaza saat Salat Subuh, Indonesia Mengutuk Palestina Tuntut AS
“Sejak saat itu, Finlandia hanya melakukan sedikit hal selain sekadar menyampaikan harapan samar agar perang berakhir, tanpa mengambil langkah konkret apa pun untuk mewujudkan perdamaian atau meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat,” tambahnya.
Menurut Razmyar, Finlandia harus memainkan peran yang lebih besar dalam kebijakan luar negeri dengan menyatakan pendiriannya dengan jelas dan menetapkan batasan penerimaan perang, seperti halnya Norwegia, Spanyol, dan Irlandia.
Ia merujuk pada komentar terbaru yang dibuat oleh mantan anggota parlemen Partai Koalisi Nasional dan anggota parlemen Eropa saat ini, Aura Salla, yang mengkritik Helsinki atas perdagangan senjata dengan Israel.
Baca juga : Swiss Kecam Menteri Israel Benarkan Blokade Bantuan Kemanusiaan Gaza
“Seperti yang Salla tunjukkan kemarin, sangat munafik bagi pemerintah Finlandia untuk terlibat dalam perdagangan senjata dengan negara yang melakukan genosida,” katanya.
Razmyar selanjutnya mendesak pemerintah Finlandia untuk mengadvokasi sanksi perdagangan terhadap Israel.
“Sifat mengerikan dari perang yang berlangsung hampir setahun ini telah menjadi sangat jelas, dan pemerintah tidak dapat lagi bersembunyi di balik alasan untuk mengamati situasi,” tambahnya.
Baca juga : Benjamin Netanyahu Mengecam Tuduhan Genosida
Politisi tersebut mempertanyakan kredibilitas pengumuman Helsinki baru-baru ini yang mendukung diakhirinya perang di Gaza dan perlindungan warga sipil.
“Apakah ini warisan hak asasi manusia dan kebijakan luar negeri yang ingin ditinggalkan oleh Partai Koalisi Nasional? Mereka memegang peranan penuh dalam kebijakan luar negeri Finlandia. Jika sifat perang ini mengkhawatirkan, maka kekuatan politik harus digunakan untuk mengakhirinya. Sejauh ini, tindakan pemerintah untuk mengakhiri perang masih jauh dari meyakinkan,” tambahnya.
Komentarnya menambah meningkatnya tekanan domestik terhadap pemerintah Finlandia untuk mengambil sikap lebih tegas dalam upaya internasional untuk mengakhiri perang brutal Israel di Gaza.
Sejak 7 Oktober tahun lalu, hampir 40.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, sementara lebih dari 92.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza. (I-2)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak merespons perihal rencana pengiriman pasukan perdamaian menyusul bergabungnya Indonesia dalam BoP.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
PADA 3 Februari, Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan pertemuan tertutup dengan spektrum organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Negara.
Korban jiwa di Gaza mencapai 72.027 orang. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, evakuasi jenazah dan serangan sporadis Israel masih terus memakan korban.
Citra satelit ungkap militer Israel buldoser Pemakaman Perang Gaza. Makam tentara Sekutu PD I & II hancur, memicu kecaman atas penodaan situs bersejarah militer.
Pep Guardiola tegaskan komitmen suarakan korban konflik global, mulai dari Palestina, Ukraina, hingga Sudan. Ia sebut kekerasan massal sebagai masalah bersama umat manusia.
Afrika Selatan usir utusan Israel Ariel Seidman atas tuduhan penghinaan kedaulatan. Israel membalas dengan mengusir diplomat Afsel Shaun Byneveldt dalam 72 jam.
Kejaksaan Istanbul keluarkan surat penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat lainnya atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
PENGADILAN rakyat internasional yang meneliti konflik di Gaza menyatakan Israel bersalah telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina
Navi Pillay menegaskan bahwa seruan gencatan senjata tidak mengubah temuan PBB yang menyatakan Israel bertanggung jawab atas tindakan genosida.
Perang yang menghancurkan di Gaza kini memasuki tahun ketiganya, menjadikannya konflik terpanjang yang pernah dijalani Israel sejak perang 1948, ketika negara itu berdiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved